Imlek Nasional 2026 Berlangsung 17 Februari–3 Maret, Puncak Acara di Lapangan Banteng
Kamis, 29 Januari 2026 - 06:30 WIB
Ia menyebut, Perayaan Imlek Nasional bakal digelar di Lapangan Banteng Jakarta. Bukan tanpa alasan, Lapangan Banteng dipilih karena letaknya yang strategis diantara simbol-simbol rumah ibadah besar di Indonesia.
Seperti Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal, dimana nantinya perayaan tersebut juga akan dipadukan dengan acara buka bersama. Hal tersebut mengingat perayaan Imlek 2026 bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan.
"Ini Imlek Festival-nya kita akan diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta di tanggal 28 Februari. Ini adalah puncak acara, namun ada rangkaian acara dan akan dimulai dari buka puasa bersama, kemudian karena tempatnya ini dekat dengan Masjid Istiqlal dan dengan Katedral, maka disanalah kita melihat bahwa ini perdamaian Bhinneka Tunggal Ika nya terjadi," ucap dia.
Baca juga: Pameran Seni Imlek Hadir di K Mall Jakarta
Selain itu, rangkaian acara tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif melalui pelibatan UMKM dan edukasi budaya. Hal tersebut nantinya akan berdampak kepada aspek keberlanjutan (sustainability) dalam penyelenggaraan festival kuliner dan seni yang digelar.
Seperti Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal, dimana nantinya perayaan tersebut juga akan dipadukan dengan acara buka bersama. Hal tersebut mengingat perayaan Imlek 2026 bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan.
"Ini Imlek Festival-nya kita akan diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta di tanggal 28 Februari. Ini adalah puncak acara, namun ada rangkaian acara dan akan dimulai dari buka puasa bersama, kemudian karena tempatnya ini dekat dengan Masjid Istiqlal dan dengan Katedral, maka disanalah kita melihat bahwa ini perdamaian Bhinneka Tunggal Ika nya terjadi," ucap dia.
Baca juga: Pameran Seni Imlek Hadir di K Mall Jakarta
Selain itu, rangkaian acara tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif melalui pelibatan UMKM dan edukasi budaya. Hal tersebut nantinya akan berdampak kepada aspek keberlanjutan (sustainability) dalam penyelenggaraan festival kuliner dan seni yang digelar.
Lihat Juga :