Dokter Spesialis Urologi Soroti Minimnya Donor Ginjal, Ingin Pemerintah Bentuk Bank Donor
Minggu, 15 Februari 2026 - 11:30 WIB
Ia menegaskan, lembaga tersebut seharusnya bekerja seperti Palang Merah Indonesia (PMI) pada donor darah. Di mana masyarakat yang ingin mendonorkan organ (baik saat hidup maupun setelah meninggal), mendaftarkan diri secara sukarela sehingga data donor dapat diakses secara transparan saat dibutuhkan.
“Semua orang kalau mau donor, daftar ke situ. Jadi ketahuan, ‘Oh, saya NIK sekian terdaftar sebagai donor’. Begitu suatu saat terjadi kecelakaan atau mati batang otak, langsung bisa dicari siapa yang cocok,” jelasnya.
Baca Juga : Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Prof. Nur Rasyid juga menekankan pentingnya independensi lembaga donor organ. Karena menurutnya, pendaftaran donor tidak ideal jika dilakukan langsung oleh rumah sakit, karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Kalau pendaftarannya di rumah sakit, dunia ribut. Takut ada konflik kepentingan. Jadi ini harus independen, bukan pegawai negeri, kayak PMI,” katanya.
Prof. Nur Rasyid mengambil contoh beberapa negara yang sudah lebih dulu mengembangkan sistem donor organ nasional, salah satunya Korea Selatan. Negara tersebut akhirnya berhasil meningkatkan jumlah donor hidup secara signifikan dalam dua dekade terakhir.
“Semua orang kalau mau donor, daftar ke situ. Jadi ketahuan, ‘Oh, saya NIK sekian terdaftar sebagai donor’. Begitu suatu saat terjadi kecelakaan atau mati batang otak, langsung bisa dicari siapa yang cocok,” jelasnya.
Baca Juga : Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Prof. Nur Rasyid juga menekankan pentingnya independensi lembaga donor organ. Karena menurutnya, pendaftaran donor tidak ideal jika dilakukan langsung oleh rumah sakit, karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Kalau pendaftarannya di rumah sakit, dunia ribut. Takut ada konflik kepentingan. Jadi ini harus independen, bukan pegawai negeri, kayak PMI,” katanya.
Prof. Nur Rasyid mengambil contoh beberapa negara yang sudah lebih dulu mengembangkan sistem donor organ nasional, salah satunya Korea Selatan. Negara tersebut akhirnya berhasil meningkatkan jumlah donor hidup secara signifikan dalam dua dekade terakhir.
Lihat Juga :