10 Negara yang Mengurangi Jam Kerja Saat Ramadan, dari Uni Emirat Arab hingga Eropa
Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:28 WIB
Namun, beberapa kantor atau institusi di wilayah dengan populasi Muslim besar dapat memberikan fleksibilitas jadwal secara internal.
Namun, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, atau menyediakan ruang untuk salat.
Banyak perusahaan multinasional juga mempromosikan inisiatif keberagaman dan inklusi.
Meski demikian, beberapa tempat kerja menawarkan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau melakukan penyesuaian terbatas.
Kebijakan pengurangan jam kerja selama Ramadan menjadi bentuk dukungan terhadap umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa, baik melalui regulasi resmi pemerintah maupun kebijakan internal perusahaan di berbagai ne
8. Amerika Serikat dan Kanada
Di Amerika Serikat dan Kanada, tidak ada kebijakan nasional terkait pengurangan jam kerja selama Ramadan.Namun, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, atau menyediakan ruang untuk salat.
9. Britania Raya dan Jerman
Di Britania Raya dan Jerman, sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan Muslim menyesuaikan jadwal kerja selama Ramadan.Banyak perusahaan multinasional juga mempromosikan inisiatif keberagaman dan inklusi.
10. Prancis
Prancis menerapkan kebijakan sekularisme yang ketat sehingga Ramadan bukan hari libur nasional.Meski demikian, beberapa tempat kerja menawarkan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau melakukan penyesuaian terbatas.
Kebijakan pengurangan jam kerja selama Ramadan menjadi bentuk dukungan terhadap umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa, baik melalui regulasi resmi pemerintah maupun kebijakan internal perusahaan di berbagai ne
(nnz)
Lihat Juga :