Resmi! Thailand Pangkas 50 Persen Kadar Gula Minuman, Thai Tea Kini Tak Semanis Dulu
Rabu, 25 Februari 2026 - 16:11 WIB
Kebijakan ini tak hanya membantu mengurangi asupan kalori, tetapi juga membawa berbagai manfaat kesehatan, seperti energi yang lebih stabil, penurunan risiko obesitas dan diabetes, peningkatan kesehatan metabolisme, hingga kondisi kulit yang lebih terjaga.
Baca Juga : 9 Manfaat Tidak Minum Manis selama 30 Hari, Turunkan Risiko Diabetes dan Berat Badan
Menariknya, menurut otoritas kesehatan setempat, lidah manusia hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk beradaptasi dengan tingkat kemanisan yang baru.
Langkah Thailand ini dinilai sebagai sinyal perubahan gaya hidup di kawasan Asia Tenggara. Di tengah tren minuman kekinian yang cenderung tinggi gula, kesadaran terhadap konsumsi gula tersembunyi semakin meningkat.
Alih-alih menghapus minuman manis sepenuhnya, strategi ini dilakukan dengan menggeser standar secara bertahap. Pendekatan tersebut dianggap lebih realistis karena tidak memaksa perubahan drastis, melainkan membentuk kebiasaan baru secara perlahan.
Baca Juga : 9 Manfaat Tidak Minum Manis selama 30 Hari, Turunkan Risiko Diabetes dan Berat Badan
Menariknya, menurut otoritas kesehatan setempat, lidah manusia hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk beradaptasi dengan tingkat kemanisan yang baru.
Langkah Thailand ini dinilai sebagai sinyal perubahan gaya hidup di kawasan Asia Tenggara. Di tengah tren minuman kekinian yang cenderung tinggi gula, kesadaran terhadap konsumsi gula tersembunyi semakin meningkat.
Alih-alih menghapus minuman manis sepenuhnya, strategi ini dilakukan dengan menggeser standar secara bertahap. Pendekatan tersebut dianggap lebih realistis karena tidak memaksa perubahan drastis, melainkan membentuk kebiasaan baru secara perlahan.
(wur)
Lihat Juga :