Jelang Libur Lebaran, Kemenpar Tinjau Destinasi Wisata Bali
Selasa, 10 Maret 2026 - 14:35 WIB
General Manager DTW Uluwatu, I Wayan Wijana, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen.
“Libur Lebaran menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Kami berharap jumlah kunjungan dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari,” kata Wayan.
Baca Juga : Bali Dikabarkan Sepi saat Libur Nataru 2025, Ini Kata Menteri Pariwisata
Ia menjelaskan bahwa pengelola telah memastikan kesiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk toilet, sistem pengelolaan sampah, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga pengaturan alur pengunjung.
“Kami juga mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting. Karena Uluwatu merupakan kawasan alam terbuka, angin kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi,” ucapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenpar didampingi perwakilan industri pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Mereka meninjau sejumlah aspek penting di setiap destinasi, mulai dari manajemen pengunjung, kesiapan pelayanan wisata, kebersihan, keamanan, manajemen risiko, antisipasi cuaca ekstrem, hingga penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah DTW Uluwatu. Wamenpar meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi wisatawan di destinasi yang terkenal dengan panorama tebing kapur berlatar Samudera Hindia tersebut. Ia juga melihat langsung berbagai fasilitas pendukung, seperti fasilitas kesehatan, toilet, hingga panggung Tari Kecak yang menjadi atraksi unggulan bagi wisatawan.
“Libur Lebaran menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Kami berharap jumlah kunjungan dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari,” kata Wayan.
Baca Juga : Bali Dikabarkan Sepi saat Libur Nataru 2025, Ini Kata Menteri Pariwisata
Ia menjelaskan bahwa pengelola telah memastikan kesiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk toilet, sistem pengelolaan sampah, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga pengaturan alur pengunjung.
“Kami juga mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting. Karena Uluwatu merupakan kawasan alam terbuka, angin kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi,” ucapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenpar didampingi perwakilan industri pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Mereka meninjau sejumlah aspek penting di setiap destinasi, mulai dari manajemen pengunjung, kesiapan pelayanan wisata, kebersihan, keamanan, manajemen risiko, antisipasi cuaca ekstrem, hingga penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah DTW Uluwatu. Wamenpar meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi wisatawan di destinasi yang terkenal dengan panorama tebing kapur berlatar Samudera Hindia tersebut. Ia juga melihat langsung berbagai fasilitas pendukung, seperti fasilitas kesehatan, toilet, hingga panggung Tari Kecak yang menjadi atraksi unggulan bagi wisatawan.
Lihat Juga :