Mudik Lebaran Aman, Siloam Mampang Tekankan Pentingnya Gizi dan Kesehatan Tulang
Kamis, 12 Maret 2026 - 17:02 WIB
Baca juga: Gagal Ginjal Tak Bergejala, Masyarakat Diimbau Deteksi Dini Lewat Tes Urin
“Pasien dengan kondisi khusus seperti diabetes, hipertensi, maupun gangguan lambung tetap dapat menjalani puasa dengan aman selama pengaturan jadwal obat dan pemantauan kondisi kesehatan dilakukan dengan benar. Konsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa sangat dianjurkan agar ibadah selama 30 hari di Bulan Suci dapat berjalan lancar,” ujar dr. Yosua Marulitua Manullang, M.Ked(PD), Sp.PD.
Ia menambahkan, selama pasien melakukan pemantauan kondisi kesehatan dengan benar, termasuk menjaga pola gizi seimbang, masyarakat tidak perlu khawatir dalam mempersiapkan perjalanan mudik.
“Banyak orang berbuka dengan makanan tinggi gula atau lemak, padahal tubuh membutuhkan nutrisi yang seimbang agar tetap bertenaga selama puasa. Konsumsi protein, serat, serta cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh,” tegas dr. Firisha Virgidewi Witjaksono, Sp.GK.
Sementara itu, dr. Isa An Nagib, Sp.OT, Subsp.CO(K), FICS, dokter spesialis ortopedi konsultan sport injury, menegaskan bahwa kebugaran otot dan sendi sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh saat melakukan perjalanan jauh dalam waktu lama.
“Sebelum melakukan perjalanan mudik, masyarakat sebaiknya melakukan peregangan atau olahraga ringan untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot. Otot yang lebih siap dapat membantu menopang sendi sehingga mengurangi risiko pegal, kaku, atau nyeri selama perjalanan panjang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT. Menurutnya, mobilitas dengan postur tubuh yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kebugaran saat menjalani aktivitas selama Ramadan, termasuk saat beribadah maupun bepergian.
“Mobilitas dengan kondisi postur yang tepat menjadi kunci untuk tetap bugar saat menjalani aktivitas selama Ramadan, termasuk saat beribadah dan bepergian. Langkah preventif ini dapat dilengkapi dengan pemeriksaan kondisi tubuh terkini agar perjalanan mudik menjadi menyenangkan,” ujarnya.
“Pasien dengan kondisi khusus seperti diabetes, hipertensi, maupun gangguan lambung tetap dapat menjalani puasa dengan aman selama pengaturan jadwal obat dan pemantauan kondisi kesehatan dilakukan dengan benar. Konsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa sangat dianjurkan agar ibadah selama 30 hari di Bulan Suci dapat berjalan lancar,” ujar dr. Yosua Marulitua Manullang, M.Ked(PD), Sp.PD.
Ia menambahkan, selama pasien melakukan pemantauan kondisi kesehatan dengan benar, termasuk menjaga pola gizi seimbang, masyarakat tidak perlu khawatir dalam mempersiapkan perjalanan mudik.
“Banyak orang berbuka dengan makanan tinggi gula atau lemak, padahal tubuh membutuhkan nutrisi yang seimbang agar tetap bertenaga selama puasa. Konsumsi protein, serat, serta cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh,” tegas dr. Firisha Virgidewi Witjaksono, Sp.GK.
Sementara itu, dr. Isa An Nagib, Sp.OT, Subsp.CO(K), FICS, dokter spesialis ortopedi konsultan sport injury, menegaskan bahwa kebugaran otot dan sendi sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh saat melakukan perjalanan jauh dalam waktu lama.
“Sebelum melakukan perjalanan mudik, masyarakat sebaiknya melakukan peregangan atau olahraga ringan untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot. Otot yang lebih siap dapat membantu menopang sendi sehingga mengurangi risiko pegal, kaku, atau nyeri selama perjalanan panjang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT. Menurutnya, mobilitas dengan postur tubuh yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kebugaran saat menjalani aktivitas selama Ramadan, termasuk saat beribadah maupun bepergian.
“Mobilitas dengan kondisi postur yang tepat menjadi kunci untuk tetap bugar saat menjalani aktivitas selama Ramadan, termasuk saat beribadah dan bepergian. Langkah preventif ini dapat dilengkapi dengan pemeriksaan kondisi tubuh terkini agar perjalanan mudik menjadi menyenangkan,” ujarnya.
Lihat Juga :