Sinopsis Ikatan Darah, Film Besutan Iko Uwais yang Tayang 30 April 2026
Selasa, 14 April 2026 - 12:43 WIB
Final trailer memperlihatkan gaya bertarung tiap karakter secara detail. Boris menyerang memakai mesin pemotong rumput dan parang tajam. Macan menyiksa lawan perlahan dengan cara dingin dan terukur. Sementara itu, duel Mega dan Dini memanas karena konflik pribadi. Keduanya pernah dekat, kini saling serang demi tujuan berbeda.
Tokoh antagonis tidak dibuat satu dimensi dan terasa lebih manusiawi. Setiap karakter memiliki latar dan motivasi yang berbeda. Pendekatan ini terinspirasi dari film aksi Korea yang kompleks. “Jangan sampai penjahat hanya satu layer,” ujar Tata.
Film ini menonjolkan pertarungan jarak dekat tanpa dominasi senjata api. Tangan kosong, celurit, golok, hingga parang menjadi andalan karakter. Pendekatan ini memperkuat identitas lokal dalam setiap adegan. “Saya menerjemahkan lokalitas Indonesia lewat senjata tajam,” ujar sang sutradara, Sidharta Tata.
Baca Juga : Iko Uwais Berencana Pensiun dari Hollywood demi Majukan Film Action Indonesia
Agar setiap aksi terasa hidup,gerakan kamera tidak sekadar merekam, namun ikut masuk ke pertarungan. Hasilnya, tiap adegan terasa kasar, dekat, dan menghimpit penonton. “Di sini kamera ikut berantem,” ujar Tata.
Tokoh antagonis tidak dibuat satu dimensi dan terasa lebih manusiawi. Setiap karakter memiliki latar dan motivasi yang berbeda. Pendekatan ini terinspirasi dari film aksi Korea yang kompleks. “Jangan sampai penjahat hanya satu layer,” ujar Tata.
Film ini menonjolkan pertarungan jarak dekat tanpa dominasi senjata api. Tangan kosong, celurit, golok, hingga parang menjadi andalan karakter. Pendekatan ini memperkuat identitas lokal dalam setiap adegan. “Saya menerjemahkan lokalitas Indonesia lewat senjata tajam,” ujar sang sutradara, Sidharta Tata.
Baca Juga : Iko Uwais Berencana Pensiun dari Hollywood demi Majukan Film Action Indonesia
Agar setiap aksi terasa hidup,gerakan kamera tidak sekadar merekam, namun ikut masuk ke pertarungan. Hasilnya, tiap adegan terasa kasar, dekat, dan menghimpit penonton. “Di sini kamera ikut berantem,” ujar Tata.
Lihat Juga :