Kartini Masa Kini di Jalanan, Kisah Kurir Perempuan Menembus Batas
Senin, 27 April 2026 - 14:49 WIB
Di tengah dinamika pekerjaan, dukungan lingkungan menjadi hal yang penting. Ketiganya sepakat bahwa mereka merasakan lingkungan kerja yang suportif di Lion Parcel. Putri mengaku bahwa tim Lion Parcel telah merangkul bahkan melindungi dirinya. Hal serupa juga dirasakan oleh Tiara, yang menilai bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara kurir laki-laki dan perempuan.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung para kurir dalam menjalankan perannya. Sejak awal bergabung, kurir mendapatkan pembekalan melalui program pelatihan untuk memahami alur kerja, standar operasional, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan di lapangan. Selain itu, Lion Parcel juga secara rutin menghadirkan ruang interaksi melalui kegiatan silaturahmi bersama para kurir. Melalui forum ini, para kurir dapat saling berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, sekaligus mendapatkan informasi terbaru terkait program perusahaan dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Lion Parcel dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun untuk berkembang, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini, lebih dari 25% karyawan Lion Parcel merupakan perempuan dan beberapa di antaranya telah menempati posisi strategis di tingkat manajerial. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan di industri logistik cukup signifikan, termasuk juga di level pengambilan keputusan.
Pesan di Momen Hari Kartini
Lebih dari sekadar pekerjaan, menjadi kurir telah membawa perubahan dalam hidup Putri, Tiara, dan Nuraini, baik dari sisi kemandirian, kepercayaan diri, hingga peran dalam keluarga. Di momen Hari Kartini, mereka pun memiliki pesan untuk perempuan lain di luar sana. Putri berpesan agar perempuan terus mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang baik. “Harus berusaha biar dapat kesempatan itu, apapun caranya yang penting dilakukan dengan cara yang baik dan benar,” ujarnya. Sementara Nuraini menekankan pentingnya kemandirian dan mengingatkan, “Perempuan harus bisa mandiri, jangan bergantung pada orang lain.”
Semangat yang dulu diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini kini hadir dalam berbagai bentuk. Di jalanan, melalui langkah para kurir perempuan yang terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya, emansipasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan hadir nyata dalam setiap langkah dan paket yang mereka antarkan.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung para kurir dalam menjalankan perannya. Sejak awal bergabung, kurir mendapatkan pembekalan melalui program pelatihan untuk memahami alur kerja, standar operasional, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan di lapangan. Selain itu, Lion Parcel juga secara rutin menghadirkan ruang interaksi melalui kegiatan silaturahmi bersama para kurir. Melalui forum ini, para kurir dapat saling berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, sekaligus mendapatkan informasi terbaru terkait program perusahaan dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Lion Parcel dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun untuk berkembang, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini, lebih dari 25% karyawan Lion Parcel merupakan perempuan dan beberapa di antaranya telah menempati posisi strategis di tingkat manajerial. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan di industri logistik cukup signifikan, termasuk juga di level pengambilan keputusan.
Pesan di Momen Hari Kartini
Lebih dari sekadar pekerjaan, menjadi kurir telah membawa perubahan dalam hidup Putri, Tiara, dan Nuraini, baik dari sisi kemandirian, kepercayaan diri, hingga peran dalam keluarga. Di momen Hari Kartini, mereka pun memiliki pesan untuk perempuan lain di luar sana. Putri berpesan agar perempuan terus mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang baik. “Harus berusaha biar dapat kesempatan itu, apapun caranya yang penting dilakukan dengan cara yang baik dan benar,” ujarnya. Sementara Nuraini menekankan pentingnya kemandirian dan mengingatkan, “Perempuan harus bisa mandiri, jangan bergantung pada orang lain.”
Semangat yang dulu diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini kini hadir dalam berbagai bentuk. Di jalanan, melalui langkah para kurir perempuan yang terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya, emansipasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan hadir nyata dalam setiap langkah dan paket yang mereka antarkan.
(dra)
Lihat Juga :