Kompetisi Film Pendek Inspiring Asia 2026 Resmi Dibuka, Ada Kategori AI Film
Rabu, 29 April 2026 - 16:09 WIB
Inspiring Asia Micro Film Festival kembali hadir dengan mengusung tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Inspiring Asia Micro Film Festival , kompetisi film pendek tahunan tingkat Asia yang mengangkat isu-isu sosial melalui medium film pendek, kembali hadir di tahun 2026.
Mengusung tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia, yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation and Campaign for Good.
Baca juga: Ipang Lazuardi Hadirkan Short Movie dari Lagu Terbaru di Album Tumbuh
Program ini mendorong berbagai kalangan, mulai dari sineas, pelajar, komunitas, social enterprise, hingga organisasi, untuk memperluas pemahaman publik tentang pentingnya pemberdayaan komunitas, meningkatkan keterhubungan antar inisiatif lokal, serta membuka ruang bagi cerita-cerita yang selama ini kurang terdengar agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Tanoto Foundation, organisasi filantropi di bidang pendidikan dan kesehatan, melihat festival ini sebagai platform strategis untuk mendorong pemberdayaan komunitas dalam isu-isu sosial, dengan mengangkat praktik baik yang ada.
“Banyak praktik baik di tingkat komunitas, baik dalam pengasuhan anak, pendidikan, maupun kesehatan, yang sebenarnya memiliki dampak nyata, namun belum banyak diketahui secara luas. Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Head of Strategic & Impact Communications, Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, melalui siaran pers, Rabu (29/4/2026).
Dari perspektif pengembangan generasi muda, Bakti Pendidikan Djarum Foundation menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengasah kepekaan sosial sekaligus kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
“Pemimpin masa depan di era AI bukan hanya mereka yang mahir menggunakan teknologi, tapi mereka yang mampu menggali isu sosial dengan kritis dan empati, menawarkan gagasan yang relevan, dan menggerakkan orang lain untuk peduli. Kompetisi ini kami harap dapat menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk melatih semua itu, sambil mengangkat semangat dan inovasi masyarakat lokal Indonesia ke panggung internasional,” sebut Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad.
Senada dengan hal tersebut, Campaign for Good menyoroti film sebagai medium partisipatif yang mampu memperkuat keterlibatan publik dalam proses perubahan sosial.
Mengusung tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia, yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation and Campaign for Good.
Baca juga: Ipang Lazuardi Hadirkan Short Movie dari Lagu Terbaru di Album Tumbuh
Program ini mendorong berbagai kalangan, mulai dari sineas, pelajar, komunitas, social enterprise, hingga organisasi, untuk memperluas pemahaman publik tentang pentingnya pemberdayaan komunitas, meningkatkan keterhubungan antar inisiatif lokal, serta membuka ruang bagi cerita-cerita yang selama ini kurang terdengar agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Tanoto Foundation, organisasi filantropi di bidang pendidikan dan kesehatan, melihat festival ini sebagai platform strategis untuk mendorong pemberdayaan komunitas dalam isu-isu sosial, dengan mengangkat praktik baik yang ada.
“Banyak praktik baik di tingkat komunitas, baik dalam pengasuhan anak, pendidikan, maupun kesehatan, yang sebenarnya memiliki dampak nyata, namun belum banyak diketahui secara luas. Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Head of Strategic & Impact Communications, Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, melalui siaran pers, Rabu (29/4/2026).
Dari perspektif pengembangan generasi muda, Bakti Pendidikan Djarum Foundation menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengasah kepekaan sosial sekaligus kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
“Pemimpin masa depan di era AI bukan hanya mereka yang mahir menggunakan teknologi, tapi mereka yang mampu menggali isu sosial dengan kritis dan empati, menawarkan gagasan yang relevan, dan menggerakkan orang lain untuk peduli. Kompetisi ini kami harap dapat menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk melatih semua itu, sambil mengangkat semangat dan inovasi masyarakat lokal Indonesia ke panggung internasional,” sebut Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad.
Senada dengan hal tersebut, Campaign for Good menyoroti film sebagai medium partisipatif yang mampu memperkuat keterlibatan publik dalam proses perubahan sosial.
Lihat Juga :