Tanpa Bintang Ternama, Serial Korea 'If Wishes Could Kill' Viral di Netflix
Selasa, 05 Mei 2026 - 16:04 WIB
Serial ini juga mengangkat isu kekerasan di sekolah sebagai bagian penting dari narasi. Cerita dibuka dengan keseharian siswa—nilai, peringkat, tekanan pertemanan, hingga dinamika sosial, sebelum perlahan mengungkap luka emosional yang tersembunyi. Ketegangan inilah yang kemudian menjadi pemicu tragedi saat aplikasi Girigo mulai digunakan.
Lebih dari sekadar elemen horor, aplikasi tersebut berfungsi sebagai cermin yang memantulkan keinginan terpendam dan sisi gelap manusia. Sejak awal, suasana sudah dibuat mencekam lewat kematian salah satu karakter, yang langsung menanamkan rasa takut di antara para siswa. Kehadiran hitungan mundur yang terus berjalan semakin memperkuat ketegangan, sementara setiap episode menghadirkan misteri baru yang mengarah pada sesuatu yang lebih besar dan mengerikan.
Seiring cerita berkembang, unsur mistis mulai diperkenalkan melalui praktik perdukunan Korea, menciptakan perpaduan menarik antara teknologi modern dan kepercayaan tradisional. Di tengah konflik ini, sosok Se Ah yang diperankan Jeon So Young tampil sebagai karakter yang tetap rasional saat yang lain mulai dikuasai ambisi. Ia pun berusaha mengungkap kebenaran di balik aplikasi tersebut sekaligus menyelamatkan orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga : 8 Drama dan Film Korea Terbaru Mei 2026 yang Wajib Ditonton, dari Romansa hingga Sci-Fi
Kontras antara wajah polos para karakter dengan tindakan ekstrem yang mereka lakukan di bawah tekanan menjadi salah satu kekuatan cerita ini. Drama ini dengan berani menunjukkan bahwa sumber ketakutan terbesar bukan hanya berasal dari hal-hal supernatural, tetapi juga dari sifat manusia ketika diberi kekuasaan tanpa batas.
Meski tanpa dukungan bintang besar, If Wishes Could Kill berhasil menembus daftar trending berkat performa para pemainnya yang konsisten. Berbeda dari sejumlah drama sekolah lain yang kerap dikritik soal akting, serial ini justru menonjol lewat kedalaman karakter dan emosi yang terasa nyata.
Lebih dari sekadar elemen horor, aplikasi tersebut berfungsi sebagai cermin yang memantulkan keinginan terpendam dan sisi gelap manusia. Sejak awal, suasana sudah dibuat mencekam lewat kematian salah satu karakter, yang langsung menanamkan rasa takut di antara para siswa. Kehadiran hitungan mundur yang terus berjalan semakin memperkuat ketegangan, sementara setiap episode menghadirkan misteri baru yang mengarah pada sesuatu yang lebih besar dan mengerikan.
Seiring cerita berkembang, unsur mistis mulai diperkenalkan melalui praktik perdukunan Korea, menciptakan perpaduan menarik antara teknologi modern dan kepercayaan tradisional. Di tengah konflik ini, sosok Se Ah yang diperankan Jeon So Young tampil sebagai karakter yang tetap rasional saat yang lain mulai dikuasai ambisi. Ia pun berusaha mengungkap kebenaran di balik aplikasi tersebut sekaligus menyelamatkan orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga : 8 Drama dan Film Korea Terbaru Mei 2026 yang Wajib Ditonton, dari Romansa hingga Sci-Fi
Kontras antara wajah polos para karakter dengan tindakan ekstrem yang mereka lakukan di bawah tekanan menjadi salah satu kekuatan cerita ini. Drama ini dengan berani menunjukkan bahwa sumber ketakutan terbesar bukan hanya berasal dari hal-hal supernatural, tetapi juga dari sifat manusia ketika diberi kekuasaan tanpa batas.
Meski tanpa dukungan bintang besar, If Wishes Could Kill berhasil menembus daftar trending berkat performa para pemainnya yang konsisten. Berbeda dari sejumlah drama sekolah lain yang kerap dikritik soal akting, serial ini justru menonjol lewat kedalaman karakter dan emosi yang terasa nyata.
Lihat Juga :