Waspada Malaria Monyet, Kasus Meningkat di Malaysia dan Muncul di Aceh
Kamis, 14 Mei 2026 - 09:00 WIB
“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan, sehingga setelah menggigit kera yang terinfeksi, dia beresiko untuk menggigit individu yang mungkin melakukan perjalanan ke dalam hutan, ataupun di pinggiran hutan, bahkan sampai ke desa tadi,” jelas dr. Inke, Rabu (13/5/2026).
Meski demikian, ia menyebut bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.
“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” ucap dia.
Baca Juga : Ini Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyebaran Malaria dari Guru Besar Esa Unggul
Beberapa gejala yang terjadi saat manusia terkena Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala diantaranya adalah demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.
Meski demikian, ia menyebut bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.
“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” ucap dia.
Baca Juga : Ini Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyebaran Malaria dari Guru Besar Esa Unggul
Beberapa gejala yang terjadi saat manusia terkena Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala diantaranya adalah demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.
Lihat Juga :