Liburan Terbukti Bisa Turunkan Risiko Burnout, Ini Penjelasan Dokter
Minggu, 17 Mei 2026 - 15:37 WIB
Baca Juga : 4 Makanan Ampuh untuk Atasi Masalah Burnout, Nomor 3 Bisa Stabilkan Kadar Gula
Data tersebut dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout , hingga well-being secara keseluruhan. Hasilnya, liburan disebut benar-benar terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Mulai dari menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, hingga membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik. Tak hanya itu, Dokter Adam juga membagikan durasi dan frekuensi liburan yang dinilai paling optimal berdasarkan penelitian tersebut.
Di mana durasi liburan yang paling optimal adalah 1-2 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per tahun.
“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu. Frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” tulisnya lagi.
Data tersebut dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout , hingga well-being secara keseluruhan. Hasilnya, liburan disebut benar-benar terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Mulai dari menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, hingga membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik. Tak hanya itu, Dokter Adam juga membagikan durasi dan frekuensi liburan yang dinilai paling optimal berdasarkan penelitian tersebut.
Di mana durasi liburan yang paling optimal adalah 1-2 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per tahun.
“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu. Frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” tulisnya lagi.
Lihat Juga :