Cedera Berat pada Lansia, Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:08 WIB
Kasus tersebut langsung ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), sebuah sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan ini membantu mempercepat proses evaluasi dan penanganan medis secara terkoordinasi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirawat, Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yaitu operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk meminimalkan waktu operasi dan mengurangi tekanan fisik pada tubuh pasien lansia.

Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total guna mengurangi risiko komplikasi, dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam. Baca juga: Perbedaan Fisioterapi dan Ortopedi: Dua Profesi Medis yang Sering Disamakan

Hasilnya pun sangat cepat. Keesokan harinya atau 48 jam usai operasi, ia sudah dapat berdiri dan mulai melangkah dengan bantuan tim rehabilitasi. Pada usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di SMC dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.

Jeffrey menegaskan keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada tindakan operasi, tetapi juga dukungan keluarga yang sangat kuat. Selama masa pemulihan, Popo didampingi keluarga yang terus memberikan semangat. “Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!