World Milk Day 2026, Bangun Kebiasaan Sehat Keluarga dari Segelas Susu
Selasa, 02 Juni 2026 - 19:05 WIB
Komitmen tersebut diperkuat melalui kesiapan fasilitas produksi Frisian Flag Indonesia di Cikarang yang mulai beroperasi pada 2024. Pabrik berteknologi modern berkelanjutan dengan luas 25,4 hektar atau setara dengan lebih dari 35 lapangan sepak bola ini memiliki kapasitas produksi hingga 700 juta kilogram produk susu per tahun untuk memenuhi kebutuhan ratusan juta konsumen di Indonesia. Didukung oleh pasokan susu segar dari puluhan ribu peternak lokal yang tersebar di pulau Jawa, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan rangkaian produk susu berkualitas, bernutrisi dan terjangkau bagi keluarga di dari Sabang sampai Merauke.
Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., menjelaskan manfaat susu yang dihadirkan dalam sebuah produk berkualitas merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern di pabrik.
“Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat, terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi. Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membuat produk susu lebih aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi pada setiap tahap kehidupan,” jelas Prof. Epi.
Prof. Epi juga menekankan bahwa penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi kuat antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah agar kualitas produk susu tetap terjaga dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen.
Perspektif dari sektor hulu juga disampaikan oleh Rumini, peternak sapi perah lokal perempuan dari Young Progressive Farmers Academy (YPFA) yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia. Rumini mengatakan bahwa kualitas susu yang baik lahir dari konsistensi peternak dalam menjaga standar peternakan (Good Dairy Farming Practices) sekaligus terus menggali ilmu dalam meningkatkan produktivitas susu segar lokal.
Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., menjelaskan manfaat susu yang dihadirkan dalam sebuah produk berkualitas merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern di pabrik.
“Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat, terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi. Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membuat produk susu lebih aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi pada setiap tahap kehidupan,” jelas Prof. Epi.
Prof. Epi juga menekankan bahwa penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi kuat antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah agar kualitas produk susu tetap terjaga dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen.
Perspektif dari sektor hulu juga disampaikan oleh Rumini, peternak sapi perah lokal perempuan dari Young Progressive Farmers Academy (YPFA) yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia. Rumini mengatakan bahwa kualitas susu yang baik lahir dari konsistensi peternak dalam menjaga standar peternakan (Good Dairy Farming Practices) sekaligus terus menggali ilmu dalam meningkatkan produktivitas susu segar lokal.
Lihat Juga :