Bukan Sekadar Tempat Liburan, Tanjung Lesung Punya Potensi Jadi Sanctuary

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:56 WIB
"Kalau model pembangunan abad ke-20 sebagian besar didorong dengan pemanfaatan sumber daya (alam), model pembangunan abad ke-21 ditentukan oleh kemampuan kita melakukan restorasi, termasuk restorasi lingkungan," kata SD Darmono, di Jakarta, baru-baru ini.

Perubahan tersebut membuat destinasi yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam memiliki nilai lebih. Alam yang sehat kini tidak hanya dipandang sebagai latar wisata, tetapi juga menjadi aset penting bagi keberlanjutan destinasi.

Dalam konteks pariwisata, kualitas sebuah kawasan tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas atau bangunan yang tersedia. Pantai yang bersih, hutan yang terjaga, terumbu karang yang sehat, serta budaya lokal yang tetap hidup menjadi daya tarik yang semakin penting bagi wisatawan.

"Ketika wisatawan menghargai pantai yang bersih, hutan yang lestari, terumbu karang yang sehat, dan budaya lokal yang hidup, maka ekonomi akan memberikan insentif untuk menjaga semuanya," ujar SD Darmono.

Karena itu, pariwisata yang dikelola secara tepat dapat menjadi bagian dari upaya konservasi. Destinasi wisata tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga lingkungan dan budaya.

Tanjung Lesung dinilai memiliki peluang untuk mengambil peran tersebut. Kawasan ini berkembang pada saat dunia sedang mencari model baru dalam pembangunan pariwisata yang lebih bertanggung jawab terhadap alam dan masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!