Lagu-lagu Sheila On 7 Jadi Jembatan Emosi di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Kamis, 11 Juni 2026 - 11:06 WIB
Film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis siap menguras emosi penonton Indonesia mulai 16 Juli 2026, di mana kisahnya menyoroti hubungan ibu dan anak. Foto/ist
JAKARTA - Film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis siap menguras emosi penonton Indonesia mulai 16 Juli 2026, di mana kisahnya menyoroti hubungan ibu dan anak.
Menariknya, film produksi Langit Pictures Indonesia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan cerita, juga menghadirkan nuansa nostalgia melalui deretan lagu legendaris Sheila On 7 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan para karakternya.
Lagu-lagu seperti “Dan”, “Kita”, dan “Hujan Turun” hadir memperkuat emosi dalam film. Selain itu, terdapat dua lagu original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band untuk melengkapi suasana haru sekaligus pesan tentang keluarga, persahabatan, dan harapan.
Disutradarai sekaligus diproduseri Ferly Halim, film ini mengangkat kisah Dika, seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini. Sang ibu tunggal sebenarnya menyayangi anaknya, namun trauma masa lalu membuat hubungan keduanya kerap dipenuhi kesalahpahaman.
Menariknya, film produksi Langit Pictures Indonesia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan cerita, juga menghadirkan nuansa nostalgia melalui deretan lagu legendaris Sheila On 7 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan para karakternya.
Lagu-lagu seperti “Dan”, “Kita”, dan “Hujan Turun” hadir memperkuat emosi dalam film. Selain itu, terdapat dua lagu original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band untuk melengkapi suasana haru sekaligus pesan tentang keluarga, persahabatan, dan harapan.
Disutradarai sekaligus diproduseri Ferly Halim, film ini mengangkat kisah Dika, seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini. Sang ibu tunggal sebenarnya menyayangi anaknya, namun trauma masa lalu membuat hubungan keduanya kerap dipenuhi kesalahpahaman.
Lihat Juga :