Megah dan Memukau, Sangkala Nyimas Gandasari Sukses Hadirkan Sensasi Broadway di Panggung TIM

Senin, 15 Juni 2026 - 12:01 WIB
"Salah satu alasan kuat mengangkat cerita dari Cirebon ini adalah karena ayah saya berasal dari sana dan beliau sangat mencintai Cirebon. Saya ingin meneruskan legacy-nya, sehingga muncullah kisah Nyai Gandasari," ungkapnya dengan nada emosional.

Kisah Nyi Mas Gandasari, menurut Reny, memiliki posisi yang sangat krusial. Tokoh pahlawan wanita abad ke-15 ini bukan hanya simbol penyebaran Islam di pesisir utara Jawa pada masa Sunan Gunung Jati, tetapi juga jangkar sejarah. "Bahkan cerita Nyai Gandasari ini bisa dikatakan mulanya Indonesia. Selain itu, ending kemenangan Nyai Gandasari dengan Cakraningrat menjadi penanda hari lahir kota Cirebon," tambahnya.

Perpaduan Harmonius Tradisi dan Teknologi Modern

Misi merawat sejarah ini bersambut gayung dengan gairah sang sutradara sekaligus koreografer senior, Denny Malik. Di tangan Denny, kisah klasik ini bertransformasi menjadi sebuah mahakarya berkelas dunia tanpa kehilangan akarnya. Namun, Denny tidak menampik bahwa meramu pertunjukan ini penuh dengan tantangan teknis dan estetis.

"Challenge-nya adalah bagaimana cerita ini harus menarik, eye catching, namun langgamnya tetap terjaga dan storyline-nya harus sesuai. Ini adalah kisah pahlawan dan juga syiar, jadi ini karya masterpiece Indonesia yang original," tegas Denny.

Sejak tirai panggung dibuka, penonton langsung disuguhi perpaduan musik modern dan tradisional yang digarap dengan sangat apik. Ketukan instrumen kontemporer yang berpadu dengan keagungan musik tradisi melahirkan atmosfer pertunjukan yang membuncah dan penuh energi.

Tidak hanya memanjakan telinga, pementasan ini juga memberikan pengalaman visual sinematik yang luar biasa megah. Panggung teater disulap menjadi ruang dinamis berkat balutan teknologi panggung modern. Penggunaan sistem multimedia yang presisi, panggung hidrolik yang bergerak mulus, efek kabut yang dramatis, hingga tata cahaya artistik digital berhasil membius pandangan mata dan menciptakan ilusi ruang yang hidup.

Pendiri Yayasan Prima Ardian Tana, Hj. Nani Yurniati Taufik, menegaskan bahwa kemasan modern ini sengaja dipilih untuk memikat generasi muda. Targetnya jelas: membuktikan bahwa kebudayaan Nusantara memiliki daya tawar yang tidak kalah bersaing dengan gempuran budaya asing seperti K-Pop atau teater musikal barat. Autentisitas budaya lokal pun semakin kental dengan keterlibatan langsung maestro tari asal Cirebon, Elang Tomi Uli, serta kolaborasi bersama mahasiswa jurusan MICE dari Politeknik Pariwisata Prima Internasional Cirebon.

Totalitas Akting dan Kualitas ala Broadway

Keberhasilan drama musikal ini tentu tidak lepas dari performa luar biasa para pemerannya. Deretan talenta muda dan aktor teater berbakat berhasil melebur dengan sempurna ke dalam karakter masing-masing. Karakter utama Nyi Mas Gandasari diperankan dengan sangat memukau dan anggun oleh Aisyah Fadhila. Ia didampingi oleh Aldafi Adnan yang memberikan energi kuat sebagai Syech Magelung Sakti, Daniel Christianto yang tampil penuh wibawa sebagai Sunan Gunung Jati, serta Belmiro Allie (Pangeran Cakrabuana) dan Bima Zeno (Prabu Cakra Ningrat) yang turut menunjukkan kelasnya di atas panggung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!