Libur Sekolah Jadi Momentum Anak Aktif Bereksplorasi di Luar Ruangan
Kamis, 25 Juni 2026 - 11:18 WIB
Orang Tua Menjadi Tempat Aman bagi Anak
Memberikan kebebasan bukan berarti membiarkan anak bermain tanpa pengawasan. Orang tua tetap memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan bermain aman dan memberikan bantuan ketika dibutuhkan.
Pada anak usia sekolah dasar, pengawasan tidak harus dilakukan dengan terus berada di sampingnya. Orang tua dapat menerapkan konsep supervision partnership, yakni menjaga jarak yang cukup agar anak dapat bereksplorasi, tetapi tetap berada dalam jangkauan pandangan dan mudah ditemukan.
Dalam pola tersebut, orang tua berperan sebagai secure base atau tempat aman yang memberikan kepercayaan kepada anak. Mereka juga menjadi safe haven atau tempat berlindung ketika anak merasa takut, lelah, atau membutuhkan pertolongan.
“Ketenangan ibu itu menular dan sangat krusial. Kalau kita terlalu mudah cemas atau sedikit-sedikit melarang, anak justru akan menyembunyikan rasa sakit atau lelahnya karena takut disuruh berhenti bermain,” jelas Saskhya.
Sikap tenang dapat membantu anak merasa aman sekaligus berani mencoba hal baru. Orang tua dapat memberikan arahan mengenai batas bermain, kondisi lingkungan, dan tindakan yang perlu dilakukan apabila anak merasa tidak nyaman.
Kenali Tanda Anak Mulai Kelelahan
Selain mengawasi keamanan lingkungan, orang tua perlu peka terhadap kondisi fisik anak. Kemampuan anak mengenali sinyal tubuh atau interoception belum berkembang sempurna seperti orang dewasa.
Rasa senang dan lonjakan adrenalin saat bermain dapat membuat anak tidak menyadari bahwa tubuhnya mulai lelah atau kekurangan cairan. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku yang muncul selama aktivitas berlangsung.
Anak yang tiba-tiba rewel, mudah marah, atau terlihat lesu belum tentu sedang berperilaku buruk. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda awal bahwa ia merasa lelah, lapar, kepanasan, atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain bibir kering, wajah terasa lebih hangat, berkurangnya frekuensi buang air kecil, serta penurunan semangat bermain.
Memberikan kebebasan bukan berarti membiarkan anak bermain tanpa pengawasan. Orang tua tetap memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan bermain aman dan memberikan bantuan ketika dibutuhkan.
Pada anak usia sekolah dasar, pengawasan tidak harus dilakukan dengan terus berada di sampingnya. Orang tua dapat menerapkan konsep supervision partnership, yakni menjaga jarak yang cukup agar anak dapat bereksplorasi, tetapi tetap berada dalam jangkauan pandangan dan mudah ditemukan.
Dalam pola tersebut, orang tua berperan sebagai secure base atau tempat aman yang memberikan kepercayaan kepada anak. Mereka juga menjadi safe haven atau tempat berlindung ketika anak merasa takut, lelah, atau membutuhkan pertolongan.
“Ketenangan ibu itu menular dan sangat krusial. Kalau kita terlalu mudah cemas atau sedikit-sedikit melarang, anak justru akan menyembunyikan rasa sakit atau lelahnya karena takut disuruh berhenti bermain,” jelas Saskhya.
Sikap tenang dapat membantu anak merasa aman sekaligus berani mencoba hal baru. Orang tua dapat memberikan arahan mengenai batas bermain, kondisi lingkungan, dan tindakan yang perlu dilakukan apabila anak merasa tidak nyaman.
Kenali Tanda Anak Mulai Kelelahan
Selain mengawasi keamanan lingkungan, orang tua perlu peka terhadap kondisi fisik anak. Kemampuan anak mengenali sinyal tubuh atau interoception belum berkembang sempurna seperti orang dewasa.
Rasa senang dan lonjakan adrenalin saat bermain dapat membuat anak tidak menyadari bahwa tubuhnya mulai lelah atau kekurangan cairan. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku yang muncul selama aktivitas berlangsung.
Anak yang tiba-tiba rewel, mudah marah, atau terlihat lesu belum tentu sedang berperilaku buruk. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda awal bahwa ia merasa lelah, lapar, kepanasan, atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain bibir kering, wajah terasa lebih hangat, berkurangnya frekuensi buang air kecil, serta penurunan semangat bermain.
Lihat Juga :