Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar usai Jatuh dari Lantai 6
Rabu, 01 Juli 2026 - 18:31 WIB
Lexi Valleno Havlenda. Foto: Instagram
JAKARTA - Kasus jatuhnya adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, dari lantai 6 gedung Universitas Tarumanagara (Untar) kini memasuki babak baru. Pihak keluarga resmi menggugat Yayasan Tarumanagara dan pihak universitas secara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Dalam sidang perdana yang digelar hari ini, Rabu (1/7/2026), keluarga menuntut ganti rugi materiil dan immateriil dengan total nilai mencapai lebih dari Rp1 miliar. Hal ini dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga, Hendro Widodo.
"Intinya meminta pihak Yayasan Untar dan Untar bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk mengganti kerugian materiil dan immateriil. Totalnya satu miliar lebih," tegas Hendro Widodo usai persidangan.
Baca Juga : Viral! Keisya Levronka Nyetir dengan Satu Kaki, Netizen: Santai Banget
Gugatan ini dilayangkan setelah mediasi antara kedua belah pihak menemui jalan buntu. Hendro menyebut pihak Untar sejauh ini hanya menawarkan bantuan, bukan ganti rugi yang mengakui adanya kesalahan.
"Pihak Untar beranggapan itu bukan kegiatan resmi. Mereka menawarkan bantuan, tapi kami lihat itu cara mereka lepas tanggung jawab. Padahal kejadian di lingkungan kampus dan di bawah naungan mereka," lanjutnya.
Dalam sidang perdana yang digelar hari ini, Rabu (1/7/2026), keluarga menuntut ganti rugi materiil dan immateriil dengan total nilai mencapai lebih dari Rp1 miliar. Hal ini dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga, Hendro Widodo.
"Intinya meminta pihak Yayasan Untar dan Untar bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk mengganti kerugian materiil dan immateriil. Totalnya satu miliar lebih," tegas Hendro Widodo usai persidangan.
Baca Juga : Viral! Keisya Levronka Nyetir dengan Satu Kaki, Netizen: Santai Banget
Gugatan ini dilayangkan setelah mediasi antara kedua belah pihak menemui jalan buntu. Hendro menyebut pihak Untar sejauh ini hanya menawarkan bantuan, bukan ganti rugi yang mengakui adanya kesalahan.
"Pihak Untar beranggapan itu bukan kegiatan resmi. Mereka menawarkan bantuan, tapi kami lihat itu cara mereka lepas tanggung jawab. Padahal kejadian di lingkungan kampus dan di bawah naungan mereka," lanjutnya.
Lihat Juga :