Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Ungkap Misi Film Ini
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:17 WIB
Tretan mengatakan, film tersebut sangat menonjolkan sisi karakter orang Madura yang terkenal dengan jual beli besi mereka. Namun dalam film ini, ia menyebut ada berbagai sisi lain yang ditonjolkan dari Madura dan belum banyak diketahui oleh orang lain.
Jika biasanya karakter Madura dalam film sering digambarkan secara negatif seperti berkelahi ataupun mencuri besi. Dalam film ini justru berbagai sisi positif yang ditonjolkan dimana orang Madura sebetulnya sangat solid dan kental sisi keluargaannya. Terlebih lagi semua karakter tersebut sangat natural tersampaikan karena hampir semua pemainnya adalah orang Madura.
“Sebenarnya film ini tanggung jawabnya adalah seluruh orang Madura adalah tergantung film ini. Karena kalau teman-teman lihat berita-berita soal Madura, itu isinya ya bawa Jembatan Suramadu, berantem biasanya. Justru dari film ini, kita selain membuktikan bahwa ttalent-talent asli Madura luar biasa, dan juga kita mau mengangkat bahwa orang Madura itu kekeluargaannya sangat kuat,” kata Tretan dalam konferensi pers di XXI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga : Tretan Muslim Ternyata Pernah Kuliah Keperawatan, Ini Riwayat Pendidikan Lengkapnya
Tidak hanya soal kekeluargaan, menurutnya film ini juga menonjolkan sisi religius orang Madura apalagi jika sudah berkenaan dengan sosok Ibu. Hal itu tercermin dari karakter Muslim dalam film tersebut yang kerja banting tulang demi mewujudkan keinginan sang ibu menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
“Dan religiusnya itu luar biasa. Apalagi untuk urusan Ibu, ya kan? Kita punya semboyan Bhuppa' Bhâbbhu' Ghuru Rato. Bapak, ibu, guru, dan ratu, ratu itu pemerintahan gitu. Itulah yang pengen kita tunjukkan bahwa orang Madura itu kekeluargaannya, apalagi buat Ibu itu pasti apapun dilakukan,” ucap dia.
Jika biasanya karakter Madura dalam film sering digambarkan secara negatif seperti berkelahi ataupun mencuri besi. Dalam film ini justru berbagai sisi positif yang ditonjolkan dimana orang Madura sebetulnya sangat solid dan kental sisi keluargaannya. Terlebih lagi semua karakter tersebut sangat natural tersampaikan karena hampir semua pemainnya adalah orang Madura.
“Sebenarnya film ini tanggung jawabnya adalah seluruh orang Madura adalah tergantung film ini. Karena kalau teman-teman lihat berita-berita soal Madura, itu isinya ya bawa Jembatan Suramadu, berantem biasanya. Justru dari film ini, kita selain membuktikan bahwa ttalent-talent asli Madura luar biasa, dan juga kita mau mengangkat bahwa orang Madura itu kekeluargaannya sangat kuat,” kata Tretan dalam konferensi pers di XXI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga : Tretan Muslim Ternyata Pernah Kuliah Keperawatan, Ini Riwayat Pendidikan Lengkapnya
Tidak hanya soal kekeluargaan, menurutnya film ini juga menonjolkan sisi religius orang Madura apalagi jika sudah berkenaan dengan sosok Ibu. Hal itu tercermin dari karakter Muslim dalam film tersebut yang kerja banting tulang demi mewujudkan keinginan sang ibu menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
“Dan religiusnya itu luar biasa. Apalagi untuk urusan Ibu, ya kan? Kita punya semboyan Bhuppa' Bhâbbhu' Ghuru Rato. Bapak, ibu, guru, dan ratu, ratu itu pemerintahan gitu. Itulah yang pengen kita tunjukkan bahwa orang Madura itu kekeluargaannya, apalagi buat Ibu itu pasti apapun dilakukan,” ucap dia.
Lihat Juga :