Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:17 WIB
Dia menerangkan, LPDP menjadi pendonor dana sehingga peneliti Indonesia bisa bekerja sama dengan peneliti China pada vaksin berbasis teknologi mRNA. Penelitian tersebut masih baru dalam tahap awal dan belum masuk pada tahap clinical trial.
"Soal penyakit, ini ada contekannya, kalau tuberculosis setahun itu 1 juta yang kena kita. HIV 570 ribu, malaria 520 ribu, ini per tahun, dengue itu 151 ribu. Jadi kalau dari sisi penyakit penular, di mata Kemenkes, nomor 1 TBC, nomor 2 HIV, nomor 3 malaria, nomor 4 dengue, keempat ini vaksinnya belum diproduksi di Indonesia, sudah ada vaksinnya itu malaria dan dengue, tapi itu diproduksi negara lain," tuturnya.
Baca juga: Jangan Cuma Cek Suhu Saat Anak Demam, Segera Bawa ke Dokter Jika Ada Gejala Berikut
"Dari sisi kematian, paling tinggi TBC 126 ribu, HIV 25 ribu, dengue di atas malaria, dengue kan rankingnya kalau insiden 150 ribu, malaria 500 ribu, tapi kematian dengue itu 630 pertahun yang dicatat, malaria 132 orang, HIV 25 ribu, TBC 126 ribu. Jadi keempat vaksin ini kalau ditanya tadi mau jadi vaksin program apa enggak, memang prioritas kita dari yang besar dulu," jelas Budi lagi.
Dia menambahkan, pihaknya pun ke depan akan memprioritaskan proses vaksinasi pada penyakit yang paling tinggi angka kematiannya.
"Soal penyakit, ini ada contekannya, kalau tuberculosis setahun itu 1 juta yang kena kita. HIV 570 ribu, malaria 520 ribu, ini per tahun, dengue itu 151 ribu. Jadi kalau dari sisi penyakit penular, di mata Kemenkes, nomor 1 TBC, nomor 2 HIV, nomor 3 malaria, nomor 4 dengue, keempat ini vaksinnya belum diproduksi di Indonesia, sudah ada vaksinnya itu malaria dan dengue, tapi itu diproduksi negara lain," tuturnya.
Baca juga: Jangan Cuma Cek Suhu Saat Anak Demam, Segera Bawa ke Dokter Jika Ada Gejala Berikut
"Dari sisi kematian, paling tinggi TBC 126 ribu, HIV 25 ribu, dengue di atas malaria, dengue kan rankingnya kalau insiden 150 ribu, malaria 500 ribu, tapi kematian dengue itu 630 pertahun yang dicatat, malaria 132 orang, HIV 25 ribu, TBC 126 ribu. Jadi keempat vaksin ini kalau ditanya tadi mau jadi vaksin program apa enggak, memang prioritas kita dari yang besar dulu," jelas Budi lagi.
Dia menambahkan, pihaknya pun ke depan akan memprioritaskan proses vaksinasi pada penyakit yang paling tinggi angka kematiannya.
Lihat Juga :