Martin Wiguna Hadirkan Kisah Friendzone yang Berujung Penyesalan di Gila Karena Cinta
Kamis, 09 Juli 2026 - 17:40 WIB
Dengan balutan musik pop yang emosional dan lirik yang jujur, “Gila Karena Cinta” menjadi representasi bagi mereka yang pernah memendam rasa terlalu lama hingga akhirnya harus merelakan orang yang dicintai bahagia bersama orang lain.
Baca juga: Padi Reborn Bawa Konser 'Dua Delapan' ke Layar Lebar, Siap Manjakan Sobat Padi
Terinspirasi oleh warna musik era 2000-an, Martin menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada karya-karya Keane, Oasis, dan Pure Saturday. Bagi pendengar yang merindukan musik dengan melodi kuat, aransemen hangat, dan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia yang terasa akrab sekaligus segar.
Martin Wiguna atau yang akrab disapa MW sebenarnya bukan nama baru dalam industri musik Indonesia. Perjalanannya bermula sejak tahun 2008 saat ia aktif sebagai vokalis dan penulis lagu dalam sebuah band yang merilis album berisi 10 lagu. Pengalaman tersebut menjadi fondasi yang membentuk identitas musikalnya hingga saat ini.
Selain aktif sebagai musisi, Martin juga dikenal sebagai music producer dan music director di salah satu grup media televisi terbesar di Indonesia. Setelah bertahun-tahun berkarya di balik layar, Martin memulai perjalanan sebagai solois pada tahun 2022 melalui single “Adinda” dan “Saat Ku T’lah Memilih”.
Baca juga: Padi Reborn Bawa Konser 'Dua Delapan' ke Layar Lebar, Siap Manjakan Sobat Padi
Terinspirasi oleh warna musik era 2000-an, Martin menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada karya-karya Keane, Oasis, dan Pure Saturday. Bagi pendengar yang merindukan musik dengan melodi kuat, aransemen hangat, dan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia yang terasa akrab sekaligus segar.
Martin Wiguna atau yang akrab disapa MW sebenarnya bukan nama baru dalam industri musik Indonesia. Perjalanannya bermula sejak tahun 2008 saat ia aktif sebagai vokalis dan penulis lagu dalam sebuah band yang merilis album berisi 10 lagu. Pengalaman tersebut menjadi fondasi yang membentuk identitas musikalnya hingga saat ini.
Selain aktif sebagai musisi, Martin juga dikenal sebagai music producer dan music director di salah satu grup media televisi terbesar di Indonesia. Setelah bertahun-tahun berkarya di balik layar, Martin memulai perjalanan sebagai solois pada tahun 2022 melalui single “Adinda” dan “Saat Ku T’lah Memilih”.
(nnz)
Lihat Juga :