Mandy CJ dan Pencarian Makna Toleransi melalui Pameran Tunggal The Way Back

Senin, 13 Juli 2026 - 14:20 WIB
Seniman Mandy CJ menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk The Way Back di Galeri C Project by Museum Of Toys (MOT), Wisma Geha, 2nd Floor, Menteng, Jakarta Pusat
JAKARTA - Seniman visual Mandy CJ menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk The Way Back di Galeri C Project by Museum Of Toys (MOT), Wisma Geha, 2nd Floor, Menteng, Jakarta Pusat pada 11 Juli hingga 15 Agustus 2026.

Pameran ini merupakan eksplorasi personal Mandy CJ mengenai iman, identitas, dan pencarian makna yang lahir dari perjalanan spiritual panjang. Dikuratori oleh Doni Ahmad, pameran ini menghadirkan rangkaian karya yang merefleksikan pergulatan antara keyakinan, keraguan, hingga penerimaan diri melalui perspektif yang lebih penuh kasih dan welas asih.



“Dalam perjalanan karya saya, ada fase awal ketika saya banyak mengekspresikan kemarahan, terutama terkait standar ganda yang ada dalam narasi keagamaan seperti figur perempuan yang sering ditempatkan dalam dua ekstrem: Mary Magdalene atau Mother Mary, virgin atau whore,” ucap Mandy CJ.

Alih-alih menghadirkan kritik terhadap agama, pameran ini menawarkan refleksi tentang kemungkinan rekonsiliasi antara iman dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di sepanjang perjalanan hidup. Melalui simbol-simbol yang berasal dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Kristen, Buddha, dan kepercayaan lainnya, Mandy CJ menghadirkan ruang dialog yang menekankan nilai-nilai universal seperti cinta kasih, empati, kerendahan hati, dan toleransi.

“Seiring waktu, pendekatan saya berubah. Karya-karya saya cenderung sangat literal, mengambil simbol-simbol keagamaan apa adanya. Saya juga mulai mengolah elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Katolik, hingga Buddha dan mengintegrasikannya menjadi satu kesatuan visual,” imbuhnya.

Suguhkan 16 Karya, Mandy CJ Gandeng Influencer Tasya Kissty dan Ahli Kaligrafi

Dalam karya-karya terbarunya, simbol-simbol yang berasal dari berbagai tradisi keagamaan tidak lagi hadir sebagai representasi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bahasa visual yang merekam perjalanan batin sang seniman. Melalui pertemuan berbagai elemen tersebut, Mandy membangun narasi yang menyoroti pencarian makna, penerimaan, dan upaya memahami spiritualitas sebagai pengalaman yang terus berkembang.

“Proses ini lebih mencerminkan perjalanan spiritual saya secara pribadi. Saya melihat keindahan dari setiap agama dan mencoba mengolahnya menjadi bagian dari spiritualitas saya sendiri. Ini bukan lagi tentang kemarahan, melainkan perjalanan ke dalam diri dan mengolah semua pengalaman secara lebih utuh,” terang Mandy CJ.

Pameran The Way Back menampilkan 16 karya lukisan yang dikerjakan menggunakan kombinasi medium spray paint, mixed media, dan acrylic. Rangkaian karya ini merupakan hasil perjalanan artistik Mandy CJ sejak 2023, termasuk satu karya yang dibuat pada masa awal pencarian spiritualnya. Karya terbaru lainnya dikerjakan sejak Oktober 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!