58 Desainer Ramaikan Malang Fashion Runway 2026 lewat Koleksi Bertema Fantastisca

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:56 WIB
Penggunaan wastra dalam gaya kontemporer menunjukkan bahwa kekayaan tekstil Indonesia dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Kain tradisional tidak lagi terbatas pada busana formal, tetapi dapat dipadukan dengan potongan modern, aksesori eksperimental, dan gaya personal.

Penampilan terbaik dari para pengunjung mendapatkan apresiasi melalui kategori Best Dress Code. Kehadiran penghargaan tersebut turut menjadikan area acara sebagai ruang ekspresi mode, tidak hanya bagi desainer dan model di atas panggung, tetapi juga bagi masyarakat yang hadir.

Rangkaian acara dibuka dengan penampilan tari yang menggabungkan unsur teatrikal dan hiburan. Sesi khusus anak turut dihadirkan melalui peragaan busana anak yang dipandu penyanyi dan pembawa acara cilik.

Seluruh penampilan model di atas panggung berada di bawah arahan koreografer Agoeng Soedir Poetra. Penataan koreografi menjadi salah satu bagian penting dalam peragaan busana karena membantu menerjemahkan karakter koleksi melalui gerakan, tempo, dan formasi model.

Ruang Kolaborasi bagi Pelaku Mode

Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti, mengatakan peragaan busana tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan koleksi, tetapi juga ruang pertemuan berbagai pelaku industri kreatif.

“Malang Fashion Runway bukan sekadar peragaan busana, tetapi merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujar Fifi.

Menurutnya, industri mode memiliki peran dalam memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya yang inovatif dan memiliki daya saing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!