Citra Art Studio Terpilih Ikuti Pendampingan untuk Perkuat Ekosistem Seni Pertunjukan
Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB
“Kami berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Hera.
Program tersebut dilaksanakan bersama Titimangsa, organisasi yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, memproduksi berbagai karya, dan menyelenggarakan program pelatihan.
Pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berdasarkan aktivitas kesenian, kapasitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang.
Tahap selanjutnya berupa pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, peningkatan kapasitas organisasi, serta pengembangan karya pertunjukan.
Sebanyak 10 sanggar sebelumnya mengikuti proses penilaian yang dilakukan oleh maestro sekaligus koreografer tari tradisi Elly Luthan serta aktor dan pelaku seni Joned Suryatmoko.
Dari proses tersebut, lima sanggar terbaik dipilih untuk mengikuti sesi presentasi dan pertunjukan secara langsung di hadapan panelis ahli. Panelis terdiri atas Pendiri Titimangsa Happy Salma, akademisi seni pertunjukan Nungki Kusumastuti, produser dan stage manager Teater Koma Sari Madjid, serta budayawan dan dalang Nanang Hape.
Happy Salma menilai kolaborasi tersebut menjadi ruang belajar bagi sanggar seni untuk memperkaya perspektif dalam mengelola dan mengembangkan kegiatan kesenian. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan Indonesia.
“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi,” ujar Happy.
Program tersebut dilaksanakan bersama Titimangsa, organisasi yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, memproduksi berbagai karya, dan menyelenggarakan program pelatihan.
Pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berdasarkan aktivitas kesenian, kapasitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang.
Tahap selanjutnya berupa pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, peningkatan kapasitas organisasi, serta pengembangan karya pertunjukan.
Sebanyak 10 sanggar sebelumnya mengikuti proses penilaian yang dilakukan oleh maestro sekaligus koreografer tari tradisi Elly Luthan serta aktor dan pelaku seni Joned Suryatmoko.
Dari proses tersebut, lima sanggar terbaik dipilih untuk mengikuti sesi presentasi dan pertunjukan secara langsung di hadapan panelis ahli. Panelis terdiri atas Pendiri Titimangsa Happy Salma, akademisi seni pertunjukan Nungki Kusumastuti, produser dan stage manager Teater Koma Sari Madjid, serta budayawan dan dalang Nanang Hape.
Happy Salma menilai kolaborasi tersebut menjadi ruang belajar bagi sanggar seni untuk memperkaya perspektif dalam mengelola dan mengembangkan kegiatan kesenian. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan Indonesia.
“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi,” ujar Happy.
Lihat Juga :