Athpal Paturusi Garap Film Penendang Bebas Berlatar Kisah Nyata Dunia Sepakbola Indonesia
Rabu, 22 Juli 2026 - 09:06 WIB
“Cerita ini lahir dari pengamatan saya terhadap kecintaan dan hausnya masyarakat Indonesia akan rasa menang ala sepak bola, sekaligus kedekatan banyak orang dengan game sepak bola seperti Winning Eleven, PES, FIFA, EAFC, hingga eFootball. Dari situ, saya melihat ada persimpangan menarik antara nostalgia, kemajuan zaman, dan kesempatan kedua dalam hidup,” ujar Athpal Paturusi.
Hasil riset ini kemudian diterjemahkan melalui kisah seorang pria paruh baya yang mencoba membentuk dan memimpin tim sepak bola virtual dari sebuah perkebunan tebu. Mereka memiliki ambisi besar untuk mengejar trofi dalam sebuah kompetisi nasional meski berasal dari lingkungan yang jauh dari gambaran arena eSports modern.
Namun, perjalanan menuju gelar juara bukan satu-satunya konflik dalam Penendang Bebas. Sang tokoh utama juga harus berhadapan dengan masa lalunya, mempertanyakan kembali eksistensi diri, serta berusaha mendapatkan sesuatu yang pernah hilang dari kehidupannya.
“Di balik cerita olahraga dan kompetisi, film ini bicara tentang lelaki paruh baya yang mungkin sudah dianggap selesai dalam pertempuran hidup, tetapi ternyata ia masih punya peluang untuk menunjukkan siapa dirinya,” lanjut Athpal.
Selama bertahun-tahun mengembangkan cerita, Athpal juga melihat perkembangan nyata prestasi Indonesia di panggung sepak bola virtual dunia. Pencapaian ini kemudian semakin memperkuat gagasan yang sebelum yang telah ia bangun untuk Penendang Bebas.
Salah satu momentum yang menjadi perhatian Athpal adalah keberhasilan wakil Indonesia menjuarai FIFAe World Cup 2024 kategori eFootball. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kebanggaan dan euforia kemenangan sepak bola juga dapat hadir melalui kompetisi yang berlangsung di balik layar konsol.
Hasil riset ini kemudian diterjemahkan melalui kisah seorang pria paruh baya yang mencoba membentuk dan memimpin tim sepak bola virtual dari sebuah perkebunan tebu. Mereka memiliki ambisi besar untuk mengejar trofi dalam sebuah kompetisi nasional meski berasal dari lingkungan yang jauh dari gambaran arena eSports modern.
Namun, perjalanan menuju gelar juara bukan satu-satunya konflik dalam Penendang Bebas. Sang tokoh utama juga harus berhadapan dengan masa lalunya, mempertanyakan kembali eksistensi diri, serta berusaha mendapatkan sesuatu yang pernah hilang dari kehidupannya.
“Di balik cerita olahraga dan kompetisi, film ini bicara tentang lelaki paruh baya yang mungkin sudah dianggap selesai dalam pertempuran hidup, tetapi ternyata ia masih punya peluang untuk menunjukkan siapa dirinya,” lanjut Athpal.
Selama bertahun-tahun mengembangkan cerita, Athpal juga melihat perkembangan nyata prestasi Indonesia di panggung sepak bola virtual dunia. Pencapaian ini kemudian semakin memperkuat gagasan yang sebelum yang telah ia bangun untuk Penendang Bebas.
Salah satu momentum yang menjadi perhatian Athpal adalah keberhasilan wakil Indonesia menjuarai FIFAe World Cup 2024 kategori eFootball. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kebanggaan dan euforia kemenangan sepak bola juga dapat hadir melalui kompetisi yang berlangsung di balik layar konsol.
Lihat Juga :