Jalan Film Indonesia Menuju Oscar makin Terbuka, Kementerian Kebudayaan Dukung Balinale
Senin, 27 Juli 2026 - 17:46 WIB
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya mendukung Bali International Film Festival (Balinale) sebagai salah satu pintu masuk ke panggung internasional.
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya mendukung Bali International Film Festival (Balinale) sebagai salah satu pintu masuk film Indonesia ke panggung internasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) beserta Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik, dan Seni, dan Komite Balinale, Donny Damara (Senior Festival Advisor), Yoke Darmawan (Director International Communications), Aris Muda Irawan (Media Relations), juga Pendiri dan Direktur Festival, Deborah Gabinetti.
Pertemuan ini menyusul keberhasilan penyelenggaraan edisi ke-19 festival tersebut dan memperkenalkan program Balinale yang diperluas untuk edisi ke-20 yang bersejarah di 1-7 Juni 2027, mulai perluasan kolaborasi internasional, inisiatif seni dan pendidikan, hingga kemitraan industri yang diharapkan memperkuat ekosistem perfilman nasional. Sebagai lokasi penyelenggaraan, Sanur juga terus diposisikan sebagai destinasi global untuk film, budaya, dan pertukaran kreatif.
Kementerian Kebudayaan turut memberikan penghargaan perdana kategori "Tapestry of Indonesia", sebuah kategori baru yang diperuntukkan bagi film pendek dokumenter dan naratif Indonesia yang mengangkat keberagaman budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) beserta Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik, dan Seni, dan Komite Balinale, Donny Damara (Senior Festival Advisor), Yoke Darmawan (Director International Communications), Aris Muda Irawan (Media Relations), juga Pendiri dan Direktur Festival, Deborah Gabinetti.
Pertemuan ini menyusul keberhasilan penyelenggaraan edisi ke-19 festival tersebut dan memperkenalkan program Balinale yang diperluas untuk edisi ke-20 yang bersejarah di 1-7 Juni 2027, mulai perluasan kolaborasi internasional, inisiatif seni dan pendidikan, hingga kemitraan industri yang diharapkan memperkuat ekosistem perfilman nasional. Sebagai lokasi penyelenggaraan, Sanur juga terus diposisikan sebagai destinasi global untuk film, budaya, dan pertukaran kreatif.
Kementerian Kebudayaan turut memberikan penghargaan perdana kategori "Tapestry of Indonesia", sebuah kategori baru yang diperuntukkan bagi film pendek dokumenter dan naratif Indonesia yang mengangkat keberagaman budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat Indonesia.
Lihat Juga :