Fanomenon Coachella Versi K-Pop Resmi Diluncurkan, Target Raup Rp12 Triliun
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:23 WIB
Ketua bersama komite tersebut, Park Jin-young, pendiri JYP Entertainment, mengatakan bahwa proyek ini lahir dari keinginan untuk memastikan K-pop tetap menjadi kekuatan budaya dunia dalam jangka panjang.
"Kami memiliki satu tujuan, yaitu memanfaatkan momentum K-pop dan membuatnya bertahan selama mungkin. Saya yakin proyek ini bukan hanya menguntungkan industri K-pop, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak muda dari berbagai negara untuk saling terhubung melalui budaya pop," ujar Park.
Baca Juga : Lisa BLACKPINK Bikin Heboh Coachella 2026, Tampil Bareng Anyma Bawakan 'Bad Angel'
Nama Fanomenon sendiri merupakan gabungan dari kata "fan" dan "phenomenon" (fenomena). Gagasan ini pertama kali diperkenalkan Park saat komite tersebut dibentuk pada Oktober tahun lalu. Saat itu, ia bahkan menyebut Fanomenon sebagai festival baru yang berpotensi melampaui popularitas Coachella Valley Music and Arts Festival.
Meski demikian, penyelenggaraan perdana pada 2027 belum sepenuhnya mengusung konsep festival musik terbuka seperti Coachella. Format awalnya merupakan kombinasi konser, ajang penghargaan, dan pameran industri K-pop.
Fanomenon akan dibuka dengan acara spesial pada 2 Desember 2027.Konser akan berlangsung dalam dua akhir pekan, yakni 3–5 Desember dan 10–12 Desember. Sementara itu, upacara penghargaan akan digelar selama empat hari dan berlangsung bersamaan dengan rangkaian konser. Tiket konser maupun penghargaan akan dijual secara terpisah.
Selain di Seoul Arena, konser tambahan juga akan digelar di Kintex, Ilsan, Provinsi Gyeonggi.
Selama 10 hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat menikmati pameran yang menghadirkan berbagai perusahaan dari industri pendukung K-pop, mulai dari teknologi, hiburan, merchandise, hingga sektor kreatif lainnya.
"Kami memiliki satu tujuan, yaitu memanfaatkan momentum K-pop dan membuatnya bertahan selama mungkin. Saya yakin proyek ini bukan hanya menguntungkan industri K-pop, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak muda dari berbagai negara untuk saling terhubung melalui budaya pop," ujar Park.
Baca Juga : Lisa BLACKPINK Bikin Heboh Coachella 2026, Tampil Bareng Anyma Bawakan 'Bad Angel'
Nama Fanomenon sendiri merupakan gabungan dari kata "fan" dan "phenomenon" (fenomena). Gagasan ini pertama kali diperkenalkan Park saat komite tersebut dibentuk pada Oktober tahun lalu. Saat itu, ia bahkan menyebut Fanomenon sebagai festival baru yang berpotensi melampaui popularitas Coachella Valley Music and Arts Festival.
Meski demikian, penyelenggaraan perdana pada 2027 belum sepenuhnya mengusung konsep festival musik terbuka seperti Coachella. Format awalnya merupakan kombinasi konser, ajang penghargaan, dan pameran industri K-pop.
Fanomenon akan dibuka dengan acara spesial pada 2 Desember 2027.Konser akan berlangsung dalam dua akhir pekan, yakni 3–5 Desember dan 10–12 Desember. Sementara itu, upacara penghargaan akan digelar selama empat hari dan berlangsung bersamaan dengan rangkaian konser. Tiket konser maupun penghargaan akan dijual secara terpisah.
Selain di Seoul Arena, konser tambahan juga akan digelar di Kintex, Ilsan, Provinsi Gyeonggi.
Selama 10 hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat menikmati pameran yang menghadirkan berbagai perusahaan dari industri pendukung K-pop, mulai dari teknologi, hiburan, merchandise, hingga sektor kreatif lainnya.
Lihat Juga :