Begini Alasan Lansia Berisiko Tinggi Terinfeksi COVID-19

Minggu, 27 September 2020 - 16:07 WIB
Para peneliti menemukan alasan pasien lansia menghadapi risiko yang lebih tinggi atas COVID-19, di mana penelitian membandingkan respon kekebalan di antara kelompok usia. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Para peneliti menemukan alasan pasien lansia menghadapi risiko yang lebih tinggi atas COVID-19. Penelitian baru membandingkan respons kekebalan di antara kelompok usia, yang membantu menjelaskan pasien lansia menghadapi risiko keparahan dan kematian yang lebih tinggi daripada pasien yang lebih muda dalam kasus COVID-19 .

Pasien yang lebih tua dengan penyakit ini memiliki frekuensi lebih rendah dari sel kekebalan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan virus dari tubuh. Studi ini dipublikasikan minggu ini di mBio, jurnal akses terbuka dari American Society for Microbiology.



"Orang tua memiliki penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan orang muda, dan kami menemukan bahwa bagian sitotoksik dari pengendalian kekebalan tidak seefisien menanggapi virus pada orang tua," kata ahli virus Gennadiy Zelinskyy, Ph.D., di Rumah Sakit Universitas. Essen, di Jerman, yang memimpin studi ini. (Baca juga: Pernah Diselingkuhi? Hindari 7 Kata Ini pada Pasangan Anda )


Zelinskyy dan rekan-rekannya menganalisis sampel darah dari 30 orang dengan kasus COVID-19 ringan untuk mengamati bagaimana sel T yang diperlukan untuk pengenalan dan penghapusan sel yang terinfeksi, merespons selama infeksi SARS-CoV-2. Usia pasien berkisar dari pertengahan 20-an hingga akhir 90-an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!