Unconquered, Serangan Oktan Tinggi Kataklysm
Minggu, 27 September 2020 - 22:22 WIB
"Ide lirik dari lagu (Cut Me Down) ini dikelilingi oleh seseorang yang tujuan utamanya adalah mengkhianati Anda dan mengambil keuntungan dari Anda. Beruntung bagi saya, saya tidak mempercayai siapa pun. Namun, saya mempercayai Tuomas Saukkonen dariWolfheart untuk datang dan memberikan bantuan pada lagu tersebut dan merobek bagian reff dengan saya sebagai tamu istimewa," papar Maurizio Iacono dikutip dari laman nuclearblast.de.
Band yang berdiri Montreal sejak 1991 ini sebelumnya telah menghadirkan 13 album, yakni Sorcery (1995), Temple of Knowledge (1996), Victims of this Fallen World (1998), The Prophecy (Stigmata of the Immaculate) (2000), Epic: The Poetry of War (2001), Shadows & Dust (2002), Serenity in Fire (2004), In the Arms of Devastation (2006), Prevail (2008), Heaven's Venom (2010), Waiting for the End to Come (2013), Of Ghosts and Gods (2015), dan Meditations (2018).
(Baca juga: Bassis System of a Down Makin Menikmati Proyek Barunya )
Sementara, belum lama ini, Kataklysm juga menghadirkan Outsider TV dalam kanal Youtube mereka www.youtube.com/kataklysm.
Band yang berdiri Montreal sejak 1991 ini sebelumnya telah menghadirkan 13 album, yakni Sorcery (1995), Temple of Knowledge (1996), Victims of this Fallen World (1998), The Prophecy (Stigmata of the Immaculate) (2000), Epic: The Poetry of War (2001), Shadows & Dust (2002), Serenity in Fire (2004), In the Arms of Devastation (2006), Prevail (2008), Heaven's Venom (2010), Waiting for the End to Come (2013), Of Ghosts and Gods (2015), dan Meditations (2018).
(Baca juga: Bassis System of a Down Makin Menikmati Proyek Barunya )
Sementara, belum lama ini, Kataklysm juga menghadirkan Outsider TV dalam kanal Youtube mereka www.youtube.com/kataklysm.
(nug)
Lihat Juga :