Dapat Lampu Hijau, Alat Tes Covid-19 Instan Segera Diluncurkan
Rabu, 30 September 2020 - 10:37 WIB
Tes yang cepat dan mudah namun berkualitas tinggi akan memungkinkan dilakukannya skrining massal terhadap petugas kesehatan, yang meninggal dalam jumlah yang tidak proporsional di negara berpenghasilan rendah. Negara-negara kaya yang telah mendaftar ke Access to Covid Tools Initiative (akselerator ACT), seperti yang dimiliki Inggris, juga dapat memesan. Inisiatif tersebut diluncurkan Maret oleh WHO , komisi Eropa, Gates Foundation dan pemerintah Prancis.
Tes antigen cepat yang disetujui WHO ini memiliki sifat cepat dan lebih mudah, serta lebih murah, dan dapat digunakan untuk pemeriksaan di sekolah, universitas dan tempat kerja. Meskipun tes tidak akan mengambil semua kasus, tes tersebut dapat memungkinkan banyak orang yang terinfeksi diidentifikasi sebelum mereka memiliki gejala dan masuk ke karantina.
Salah satu alat tes dari perusahaan Korea Selatan SD BioSensor juga baru saja diberikan persetujuan darurat oleh WHO. Sementara yang lainnya, dari perusahaan AS, Abbott diharapkan segera mendapatkannya untuk alat tes yang diproduksi di Korea Selatan.
Catharina Boehme, CEO dari yayasan nirlaba Foundation for Innovative New Diagnostics (Find), pemain kunci dalam inisiatif tersebut mengatakan bahwa mereka telah melakukan pemesanan massal untuk pengujian dengan cepat, sehingga negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak akan rugi. Pertarungan global untuk tes cepat, seperti yang mereka lakukan saat tes PCR keluar.
"Kami melihat tekanan pasokan meningkat dengan cepat. Karena itulah kami membutuhkan jaminan volume ini. Kami perlu mengamankan volume untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, sebelum semua negara lain memesan dan populasi miskin kembali merugi," kata Boehme.
Tes antigen cepat yang disetujui WHO ini memiliki sifat cepat dan lebih mudah, serta lebih murah, dan dapat digunakan untuk pemeriksaan di sekolah, universitas dan tempat kerja. Meskipun tes tidak akan mengambil semua kasus, tes tersebut dapat memungkinkan banyak orang yang terinfeksi diidentifikasi sebelum mereka memiliki gejala dan masuk ke karantina.
Salah satu alat tes dari perusahaan Korea Selatan SD BioSensor juga baru saja diberikan persetujuan darurat oleh WHO. Sementara yang lainnya, dari perusahaan AS, Abbott diharapkan segera mendapatkannya untuk alat tes yang diproduksi di Korea Selatan.
Catharina Boehme, CEO dari yayasan nirlaba Foundation for Innovative New Diagnostics (Find), pemain kunci dalam inisiatif tersebut mengatakan bahwa mereka telah melakukan pemesanan massal untuk pengujian dengan cepat, sehingga negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak akan rugi. Pertarungan global untuk tes cepat, seperti yang mereka lakukan saat tes PCR keluar.
"Kami melihat tekanan pasokan meningkat dengan cepat. Karena itulah kami membutuhkan jaminan volume ini. Kami perlu mengamankan volume untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, sebelum semua negara lain memesan dan populasi miskin kembali merugi," kata Boehme.
Lihat Juga :