Ini Sebenarnya Jumlah Teman yang Kamu Butuhkan Menurut Para Ahli
Rabu, 14 Oktober 2020 - 20:00 WIB
Profesor Robin Dunbar menyebut "teman" bukan sekadar kenal nama dan wajah, tapi menyangkut hubungan yang melibatkan kepercayaan dan kewajiban, juga hal-hal yang sifatnya pribadi.
Robin dan rekan-rekannya juga mengemukakan bahwa pertemanan di media sosial efektifnya maksimal cuma 150 orang.
Kalau lebih dari angka itu, maka akan terpecah belah. Angka 150 dikenal sebagai “Angka Dunbar” dalam ilmu sosial.
Foto: Katarzyna Grabowska/Unsplash
Melihat jumlah 150 orang, ini gak berarti seseorang bisa punya teman dekat sebanyak itu. Menurut teori Dunbar, lingkaran paling dekat hanya terdiri dari 5 orang (orang yang dicintai), 15 (teman baik), 50 (teman), (150 kontak berarti), (500 kenalan), dan 1.500 orang yang bisa dikenali
Jadi angka 150 ini cuma berhubungan dengan teman biasa yang mungkin kamu kenal dan tahu sedikit tentang mereka. (Baca Juga: Masih Gak Bisa Ketemu Teman? Ini Tips Merawat Pertemanan saat Masa Pandemi )
Dunbar juga menganalisis hipotesis hubungan ukuran otak besar dengan hubungan sosial seperti persahabatan yang dikenal dengan hipotesis otak sosial.
Penelitian tim Oxford University menemukan bahwa semakin besar atau kompleks suatu kelompok, maka semakin besar pula ukuran otaknya.
Jadi, menurut Dunbar, “Jumlah individu yang bisa mempertahankan hubungan dekat dengan seseorang dibatasi oleh pemrograman otak.”
Foto: Helena Lopes/Unsplash
Robin dan rekan-rekannya juga mengemukakan bahwa pertemanan di media sosial efektifnya maksimal cuma 150 orang.
Kalau lebih dari angka itu, maka akan terpecah belah. Angka 150 dikenal sebagai “Angka Dunbar” dalam ilmu sosial.
Foto: Katarzyna Grabowska/Unsplash
Melihat jumlah 150 orang, ini gak berarti seseorang bisa punya teman dekat sebanyak itu. Menurut teori Dunbar, lingkaran paling dekat hanya terdiri dari 5 orang (orang yang dicintai), 15 (teman baik), 50 (teman), (150 kontak berarti), (500 kenalan), dan 1.500 orang yang bisa dikenali
Jadi angka 150 ini cuma berhubungan dengan teman biasa yang mungkin kamu kenal dan tahu sedikit tentang mereka. (Baca Juga: Masih Gak Bisa Ketemu Teman? Ini Tips Merawat Pertemanan saat Masa Pandemi )
Dunbar juga menganalisis hipotesis hubungan ukuran otak besar dengan hubungan sosial seperti persahabatan yang dikenal dengan hipotesis otak sosial.
Penelitian tim Oxford University menemukan bahwa semakin besar atau kompleks suatu kelompok, maka semakin besar pula ukuran otaknya.
Jadi, menurut Dunbar, “Jumlah individu yang bisa mempertahankan hubungan dekat dengan seseorang dibatasi oleh pemrograman otak.”
Foto: Helena Lopes/Unsplash
Lihat Juga :