Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 20:00 WIB
Kebalikan dari calalai, calabai adalah orang yang berjenis kelamin laki-laki, tapi berperan dan berperilaku sebagai perempuan di kehidupan sehari-hari. Meski calabai tidak menganggap diri mereka sebagai perempuan, tapi masyarakat menganggap mereka sebagai perempuan. Calabai memiliki peran yang cukup signifikan sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, yaitu sebagai tata rias para pengantin, dekorasi, dan menyiapkan makanan dalam acara-acara adat.

5. BISSU



Foto: america.aljazeera.com

Bissu adalah perpaduan antara laki-laki dan perempuan. Mereka dipercaya sebagai sosok spiritual. Dalam kebudayaan suku Bugis, untuk menghubungkan manusia dengan dewa, manusia haruslah sempurna.

Sempurna yang dimaksud adalah memiliki perpaduan antara laki-laki dan perempuan dalam diri seseorang. Bissu boleh berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Bissu dicirikan dengan membawa pisau sebagai perwujudan dari sifat maskulin, tapi juga memakai bunga di telinga sebagai perwujudan sifat feminin. (Baca Juga: Brazen Bull, Mesin Pembunuh Keji Andalan Raja Tiran Yunani Kuno )

Karena dianggap sosok yang suci, bissu dianggap sebagai sosok yang membawa berkah.

Peter Leonaldy ND

Kontributor GenSINDO

Universitas Indonesia

Instagram: @peterleonaldy
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!