Positif dan Negatifnya jadi Vegetarian dan Vegan Menurut Ahli Gizi

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 12:33 WIB
Dia lalu menyebut soal perempuan yang akan melahirkan. Kata Oky, kalau perempuan hamil tersebut kekurangan kalsium dan protein dari pangan hewani, maka dia cenderung kehilangan kepadatan tulang, fraktur pada pinggul tulang belakang pada usia tua.

"Terlebih lagi, laju pertumbuhan tulang akan melambat setelah usia 30 tahun,” jelas Oky.

Maka dari itu, untuk menjalankan diet vegan gak boleh sembarangan dan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi. Ahli gizi akan membantu vegan menghitung angka kecukupan gizi yang dibutuhkan.



Foto: Shutterstock

Penelitian selama bertahun-tahun membandingkan pola makan nabati dibandingkan dengan pola makan tinggi protein hewani terhadap tingkat penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis The BMJ, dikatakan bahwa vegetarian dan vegan punya peningkatan risiko stroke.

Para peneliti di Inggris menganalisis risiko stroke dan masalah kesehatan lainnya selama dua dekade di antara hampir 50.000 orang berdasarkan pola makan yang diikuti. Jenis stroke juga dianalisis, termasuk jenis stroke hemoragik (pendarahan ke otak) dan stroke iskemik (non-pendarahan).

Hasilnya, tingkat penyakit jantung adalah 22% lebih rendah pada vegetarian. Tingkat penyakit stroke 20% lebih tinggi di antara vegetarian.

Namun, risiko keseluruhannya kecil, sama dengan tiga kasus tambahan per 1.000 orang selama 10 tahun. Risiko stroke yang lebih tinggi di kalangan vegetarian sebagian besar disebabkan oleh strok hemoragik (pendarahan ke otak).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!