Gurihnya Laksan, Pempek Berkuah Santan untuk Berbuka dan Sahur
Kamis, 07 Mei 2020 - 14:07 WIB
Laksan dibuat dari campuran daging ikan gabus, dapat juga tenggiri dan kakap dengan sagu. Kemudian adonannya dibentuk memanjang layaknya pempek lenjer. Adapun kuahnya dibuat diawali dengan menumis bumbu yang terdiri dari dari jahe, lengkuas, dan kemiri.
Kemudian ditambah bawang putih, garam, ketumbar, lada, potongan daun kucai, serai, santan, dan gula secukupnya. Setelah kuah mendidih, dimasukkan potongan laksan yang telah dibuat terus dimasak hingga kuah menyerap sempurna kedalam potongan pempek.
“Puasa seperti saat ini, kita menyiapkan laksan karena di bulan puasa ada yang tidak bisa langsung makan pempek dengan cuka, karena perut seharian kosong. Solusinya Laksan ini,” kata Eva Oktariani, perajin pempek di Kompleks Graha Raya Lestari Palembang.
Perlu diketahui, sebagai hidangan berkuah, menikmati laksan dimulai dengan mencoba kuahnya. Sempurna rasa pada kuah menjadi hal penting dalam penilaian Laksan. Ketika gurihnya kuah terasa mantap dan cocok, potongan pempek dipastikan ludes dilahap. Apalagi jika ditambah kerupuk khas Palembang yang lagi-lagi berbahan ikan.
Kemudian ditambah bawang putih, garam, ketumbar, lada, potongan daun kucai, serai, santan, dan gula secukupnya. Setelah kuah mendidih, dimasukkan potongan laksan yang telah dibuat terus dimasak hingga kuah menyerap sempurna kedalam potongan pempek.
“Puasa seperti saat ini, kita menyiapkan laksan karena di bulan puasa ada yang tidak bisa langsung makan pempek dengan cuka, karena perut seharian kosong. Solusinya Laksan ini,” kata Eva Oktariani, perajin pempek di Kompleks Graha Raya Lestari Palembang.
Perlu diketahui, sebagai hidangan berkuah, menikmati laksan dimulai dengan mencoba kuahnya. Sempurna rasa pada kuah menjadi hal penting dalam penilaian Laksan. Ketika gurihnya kuah terasa mantap dan cocok, potongan pempek dipastikan ludes dilahap. Apalagi jika ditambah kerupuk khas Palembang yang lagi-lagi berbahan ikan.
(don)
Lihat Juga :