Menonton Pameran Seni Oppo Art Jakarta secara Virtual
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:53 WIB
Art Jakarta menggunakan teknologi digital dan
internet untuk tetap dapat berkomunikasi, menjaga
dan memperkuat jaringan, melakukan kerja kreatif ,
serta tetap menikmati karya seni rupa dengan cara
yang berbeda, namun tetap pada esensi apresiasi
seni yang sama.
Meski terhalang ruang dalam kebersamaan, namun
inisiatif ini tetap mendapatkan dukungan dari total 38
galeri seni rupa, dengan klasifikasi 27 galeri Indonesia
dan 11 galeri internasional.
Didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia, OPPO Indonesia serta
Ninja Xpress, Art Jakarta Scene akan menampilkan
deretan pameran karya seni rupa mulai dari Ace
House Collective, Omnispace, hingga Studio
Dinding Luar.
“Kami tentu mendukung penuh dan sangat
berterima kasih karena inovasi ini serta kesigapan
penyelenggara mengalihkan art fair menjadi sepenuhnya
virtual di Indonesia karena sangat diperlukan untuk
membuat kegiatan kebudayaan bisa tetap bertahan
,” ujar Direktur Jendral Kebudayaan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayan, Hilmar Farid.(Baca Juga :
internet untuk tetap dapat berkomunikasi, menjaga
dan memperkuat jaringan, melakukan kerja kreatif ,
serta tetap menikmati karya seni rupa dengan cara
yang berbeda, namun tetap pada esensi apresiasi
seni yang sama.
Meski terhalang ruang dalam kebersamaan, namun
inisiatif ini tetap mendapatkan dukungan dari total 38
galeri seni rupa, dengan klasifikasi 27 galeri Indonesia
dan 11 galeri internasional.
Didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia, OPPO Indonesia serta
Ninja Xpress, Art Jakarta Scene akan menampilkan
deretan pameran karya seni rupa mulai dari Ace
House Collective, Omnispace, hingga Studio
Dinding Luar.
“Kami tentu mendukung penuh dan sangat
berterima kasih karena inovasi ini serta kesigapan
penyelenggara mengalihkan art fair menjadi sepenuhnya
virtual di Indonesia karena sangat diperlukan untuk
membuat kegiatan kebudayaan bisa tetap bertahan
,” ujar Direktur Jendral Kebudayaan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayan, Hilmar Farid.(Baca Juga :
Lihat Juga :