Melalui Penat, Resha Stromp Suarakan Kritik Sosial

Senin, 26 Oktober 2020 - 18:43 WIB
Sajian kritikan sosial dalam album Penat disampaikan melalui lirik-lirik lagu yang sederhana namun tajam. Kritikan-kritikan itu pun dapat ditemui di hampir tiap lagunya,yakniSuara Tamsar, Anaking, Aku Kamisan, Ibu Bumi, Darurat Agraria, Reformasi Dikorupsi, Jika Kau Merasa Tamvan, Gesbica, dan Time to War.

Menurut Resha, album ini merupakan kegelisahan sekaligus panggilan hati terhadap persoalan sosial yang banyak terjadi. "Kebetulan memang kurang lebih 5 tahun ke belakang saya aktif dan konsen pada persoalan kemanusiaan, itu salah satu faktor terciptanya lagu-lagu dalam album Penat tersebut," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/10).

Sementara, dalam pembuatan video musik, Resha memilih lagu berjudul Ibu Bumi. Lirik lagu tersebut diciptakan oleh komunitas adat Sedulur Sikep yang mendiami Kawasan Pegunungan Kendeng.

"Ibu bumi wis maringi, Ibu bumi dilarani, Ibu bumi kang ngadili, La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah (Ibu bumi sudah memberi, ibu bumi disakiti, ibu bumi yang mengadili, La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah)," begitulah sedikit petikan syair dalam lagu Ibu Bumi.

Ibu Bumi, kata Resha, memiliki makna yang dalam, mensyukuri keberadaan ibu bumi Kendeng sebagai nikmat Tuhan. Namun, juga bermakna peringatan, agar manusia tidak lena merusak ibu bumi. Sepatutnya bumi diperlakukan seperti ibu, yang dihormati, dicintai supaya lestari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!