Gak Cuma Indonesia, Demo Besar saat Pandemi Juga Terjadi di Negara Asia Tenggara Lainnya
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:58 WIB
Demonstrasi sempat berhenti karena COVID-19, kemudian dilanjutkan kembali pada Juli setelah keadaan Thailand membaik. Demonstrasi besar ini dipimpin oleh gerakan pemuda dan mahasiswa yang menamakan dirinya Free Youth Umbrella dan bertempat di Monumen Demokrasi, Bangkok.
Strategi menggunakan payung sebagai tameng menghadapi water cannon, chat group rahasia dan aman untuk saling menginfokan, serta simbol-simbol tangan untuk komando saat melakukan protes menjadi keunikan yang dimiliki massa aksi protes di Thailand.
Lalu berlanjut pada 3 Agustus 2020 lalu, kelompok-kelompok mahasiswa Thailand terus menuntut adanya reformasi di pihak kerajaan yang selama ini menjadi hal tabu untuk dikritik masyarakat.
Pada 19 September kemarin, sekitar 20.000 sampai dengan 100.000 massa turun ke jalan untuk memberikan tantangan terbuka kepada Raja Vajiralongkorn. (Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis )
Aksi massa menjelaskan bahwa mereka takbermaksud mengakhiri sistem monarki di Thailand. Mereka cuma mau adanya reformasi di dalam kerajaan.
Sampai saat ini, ada 10 tuntutan yang dilayangkan oleh para demonstran. Aksi protes ini terus berlanjut dan dijadwalkan untuk berlangsung lagi tepat pada hari ini, yaitu 27 Oktober 2020.
Protes Menentang Pemerintahan Presiden Duterte di Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkenal sebagai presiden yang kontroversial dan dianggap otoriter dalam memimpin Filipina. Aksi protes menentang Duterte pun sudah sering terjadi.
Pelanggaran HAM terhadap aktivis di Filipina merupakan salah satu isu yang mencolok selama masa pemerintahan Presiden Duterte.
Strategi menggunakan payung sebagai tameng menghadapi water cannon, chat group rahasia dan aman untuk saling menginfokan, serta simbol-simbol tangan untuk komando saat melakukan protes menjadi keunikan yang dimiliki massa aksi protes di Thailand.
Lalu berlanjut pada 3 Agustus 2020 lalu, kelompok-kelompok mahasiswa Thailand terus menuntut adanya reformasi di pihak kerajaan yang selama ini menjadi hal tabu untuk dikritik masyarakat.
Pada 19 September kemarin, sekitar 20.000 sampai dengan 100.000 massa turun ke jalan untuk memberikan tantangan terbuka kepada Raja Vajiralongkorn. (Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis )
Aksi massa menjelaskan bahwa mereka takbermaksud mengakhiri sistem monarki di Thailand. Mereka cuma mau adanya reformasi di dalam kerajaan.
Sampai saat ini, ada 10 tuntutan yang dilayangkan oleh para demonstran. Aksi protes ini terus berlanjut dan dijadwalkan untuk berlangsung lagi tepat pada hari ini, yaitu 27 Oktober 2020.
Protes Menentang Pemerintahan Presiden Duterte di Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkenal sebagai presiden yang kontroversial dan dianggap otoriter dalam memimpin Filipina. Aksi protes menentang Duterte pun sudah sering terjadi.
Pelanggaran HAM terhadap aktivis di Filipina merupakan salah satu isu yang mencolok selama masa pemerintahan Presiden Duterte.
Lihat Juga :