Kenapa Pasien COVID-19 Sembuh Tes PCR Tetap Positif?
Selasa, 03 November 2020 - 17:51 WIB
Hasil PCR yang positif menandakan kemungkinan masih adanya serpihan virus yang terdeteksi PCR. Foto Ilustrasi/Getty Images
JAKARTA - Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang dr. Nurhayati, Sp.P mengatakan bahwa kriteria pasien COVID-19 sembuh pada dasarnya adalah melalui pemeriksaan PCR dengan hasil negatif. Masalahnya, terkadang pasien yang telah melakukan perawatan COVID-19 cukup lama masih dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan PCR. Mengapa?
Hasil PCR yang positif itu menandakan kemungkinan masih adanya serpihan virus yang terdeteksi PCR. Tetapi, pasien sembuh COVID-19 dapat bernapas lega sebab kemungkinan pasien menularkan virus kepada orang lain semakin kecil.
(Baca Juga: Tak Suka Sayuran? Anda Bisa Siasati dengan 7 Cara Ini )
“Tentu seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19 jika hasil PCR dinyatakan negatif. Namun, jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien dengan positif COVID-19 dapat mengakhiri masa isolasi setelah menjalani isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala,” beber dr. Nurhayati.
Hasil PCR yang positif itu menandakan kemungkinan masih adanya serpihan virus yang terdeteksi PCR. Tetapi, pasien sembuh COVID-19 dapat bernapas lega sebab kemungkinan pasien menularkan virus kepada orang lain semakin kecil.
(Baca Juga: Tak Suka Sayuran? Anda Bisa Siasati dengan 7 Cara Ini )
“Tentu seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19 jika hasil PCR dinyatakan negatif. Namun, jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien dengan positif COVID-19 dapat mengakhiri masa isolasi setelah menjalani isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala,” beber dr. Nurhayati.
Lihat Juga :