Kekhawatiran Para Ahli tentang Grup K-Pop Aespa, dari Soal Stereotip hingga Pornografi

Kamis, 05 November 2020 - 17:05 WIB
Hye-jin mengungkapkan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara keresahan masyarakat di Korea dan di Barat tentang Aespa.

Di Barat, pengamat fokus pada penambahan avatar untuk tiap anggota manusia dari Aespa. Sementara orang Korea takmenganggap hal tersebut sebagai masalah karena mereka "tidakmenganggap teknologi sebagai masalah sosial, tapi justru sebagai obat atas masalah tersebut".

Orang Korea, menurut Hye-jin, justru lebih sibuk dengan urusan kontroversi yang ada di sekitar Karina.

Karina, yang punya nama asli Yoo Ji-min, sebelumnya kena tuduhan minum miras saat masih di bawah umur dan menghina idol K-pop lainnya. (Baca Juga: Kasus Ji Min, Penggemar Anggap SM Entertainment Lebih Sayang Artis Trainee Dibanding yang Sudah Debut )

Menurut Hye-jin, kehadiran anggota virtual di Aespa makin mengukuhkan stereotip bahwa idol perempuan cuma dilihat sebagai sebuah 'boneka', konsep yang sudah lama mengakar di dunia Barat dan berusaha dilawan.



Bocoran ae-Giselle. Foto: Allkpop

"Ide tentang idol virtual seperti mengukuhkan pandangan kolonialis Barat terhadap Asia, terutama perempuan Asia, dan bintang K-pop, sebagai sebuah robot," jelasnya.

Dia juga menambahkan, bahwa konsep idol virtual sebenarnya juga sudah basi, terutama kalau melihat Hatsune Miku, bintang virtual Jepang yang masuk dalam industri J-pop selama bertahun-tahun. (Baca Juga: Gak Pake Ampun! Ini Aturan Tiga Agensi Terbesar K-Pop Soal Berat Badan )

Hye-jin mengaku masih bingung, bagaimana caranya Aespa bakal menjalin hubungan yang erat dengan penggemarnya, karena berkomunikasi dengan avatar dan dengan manusia adalah dua hal yang berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!