JKT48 Terdampak Pandemi, Sepi Job Berujung Pengurangan Personel

Rabu, 11 November 2020 - 12:27 WIB
"Pada hari ini ada sebuah pengumuman penting mengenai JKT48 yang harus disampaikan. Oleh karena efek pandemi COVID-19 di Indonesia, kegiatan JKT48 menjadi sangat sulit dijalankan sejak akhir bulan Maret," ujar Melody, yang dikutip pada Rabu (11/11).

"Pertunjukkan theater sempat dihentikan, handshake event dibatalkan, dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 menjadi sangat terbatas," sambungnya.

Memiliki 70 member, termasuk siswi akademi, serta 50 staf, membuat JKT48 kesulitan untuk bisa bertahan di masa pandemi seperti saat ini. Bahkan, Meldoy menyebut bahwa kerugian yang didapatkan oleh JKT48 tidaklah sedikit.

"Sampai bulan November ini JKT48 telah melakukan semua hal yang bisa dilakukan agar tetap bertahan hidup. Akan tetapi sejujurnya dengan dihentikannya pertunjukkan theater, handshake, dan konser, kami merasa bahwa tujuan sebenarnya dari JKT48, yaitu memberikan energi dan semangat bagi semua orang di Indonesia, tidak dapat dilakukan dengan maksimal," jelas Melody.

"Walaupun semua telah berusaha dengan sekuat tenaga, faktanya secara bisnis grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Sehingga kami ada di posisi yang sangat sulit untuk tetap terus beroperasi," lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!