Puan Maharani Kaget! Ditanya Boy William Soal Mikrofon Mati

Minggu, 15 November 2020 - 12:05 WIB
Puan Maharani selaku pimpinan sidang saat itu mengungkapkan dirinya memiliki otoritas untuk mengatur anggotanya agar kelancaran agenda rapat berjalan dengan baik dan benar, sehingga semua berkesempatan menggunakan hak bicaranya."Jadi kalau satu orang itu sudah diberi kesempatan bicara, harusnya kemudian tidak mengulang lagi bicara, tapi memberikan kesempatan pada yang lain untuk berbicara," jelasnya.

"Dan kalau di floor itu lagi berbicara, di atas situ enggak bisa ngomong karena memang otomatis, itu aturannya. Jadi enggak bisa kalau ini (mikrofonnya) bunyi, ini bunyi, cuma satu yang bisa ngomong, dia kedip-kedip terus, gitu," sambung Puan.

Sebagai pimpinan, politisi PDIP ini punya kuasa untuk mematikan mikrofon. Saat rapat, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dari Fraksi Golkar merasa bahwa Benny K Harman sudah terlalu banyak bicara. Akhirnya, ia meminta Puan mematikan mikrofon.

"Saat kejadian yang heboh itu, yang memimpin sebenarnya yang di sebelah kanan saya. Tapi saat yang bersangkutan mau bicara, enggak bisa bicara karena di floor pencet mic terus, jadi yang di sana mati," tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, bahwa pimpinan sidang harus mengatur pembicaraan supaya semuanya mendapat waktu untuk bicara. Termasuk hak bicara kepada Benny K Harman yang sudah diberikan oleh pimpinan sidang Aziz Syamsuddin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!