Cerita Seram Arbani Yasiz, Tidur di Penginapan Horor hingga Dihantui Suara Sinden

Minggu, 15 November 2020 - 13:46 WIB
Arbani menceritakan pengalaman horornya ketika menjadi finalis cover boy pada 2012 di masa karantina. Kala itu banyak orang cerita bahwa di tempat karantinanya banyak hal horor, di mana finalis sebelumnya diganggu mulai dari dompetnya disembunyikan hingga ada yang melihat penampakan.

Arbani mengira itu hanya cerita saja tapi ternyata ia mengalami sendiri. Arbani bercerita seputar kejadian di malam terakhir setelah acara grand final. “Kita balik ke penginapan karena besoknya mau pulang. Tapi, mungkin kita berisik, karena acara sudah selesai kita merayakan segala macam. Terus kita ngumpul 1 kamar lagi, 6 atau 7 orang, tiba-tiba ada yang ngetok pintu kenceng. Pas dibuka benar-benar kosong tidak ada siapapun," kisahnya.

Tidak hanya itu, Arbani juga mengalami kejadian horor lain. "Pas mau tidur mematikan lampu, baru selang 5 menit, tiba-tiba ada yang nyinden dari luar terus gue kebangun, tiba-tiba dua teman sekamar juga kebangun,” cerita Arbani.

Selain program "Horror Experience", di fitur Radio+ Aplikasi RCTI+ saat ini juga sedang mengangkat konten horor bertajuk "Home Of Horror" di mana pengguna RCTI+ diberi banyak konten audio horor, cerita suara, dan podcast horor dengan konten yang beragam.

Pada Oktober lalu, Radio+ telah mengeluarkan lima judul cerita suara bertema horor dari kisah urban legend seperti "Beranak di Alam Kubur", "Payung Merah Jembatan Cibubur", "Jailangkung Permainan Terlarang", "Lasmi Penghuni Jeruk Purut", dan "Kutukan di Kolong Casablanca". Kemudian pada November ini akan dirilis cerita suara urban legend terbaru yaitu "KKN di Desa Misterius", "Bus Jurusan Bekasi Bandung", dan masih banyak lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!