5 Langkah Sukses Terapkan Cara Kerja di Rumah
Senin, 11 Mei 2020 - 07:10 WIB
1. Tetapkan Jadwal Kerja
Memulai dan mengakhiri pekerjaan pada waktu yang sama setiap hari akan membantu Anda memisahkan waktu profesional dengan waktu pribadi. Pada saat yang sama, pahamilah bahwa orang lain mungkin juga sedang bekerja dari rumah. Di sinilah headphone ekstra peredam bising dapat digunakan.
2. Tetapkan Batasan
Penelitian yang dilakukan Lenovo menemukan bahwa 61% karyawan merasa menjadi produktif atau bahkan lebih ketika bekerja dari rumah ketimbang bekerja di tempat lain. Alasan utama karyawan memilih untuk tidak melakukan WFH dalam kondisi normal atau bahkan merasa kurang produktif bekerja di rumah, adalah gangguan. Seperti suara TV atau ketidakmampuan untuk memisahkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga. Maka, tetap berlakukanlah jam istirahat, karena di lingkungan tempat kerja pun orang tidak bekerja terus 100%.
3. Sering Berkomunikasi
Ini mungkin menjadi "norma baru" dalam cara kerja Anda. Khusus bagi Anda yang menempati posisi manajer, tugas Anda adalah memastikan tim Anda merasa terhubung dan bahagia. Berhubung karyawan tidak yakin seberapa baik pekerjaan jika mayoritas dari mereka harus bekerja dari rumah, maka komunikasi yang jelas dan terbuka sangat penting selama periode transisi ini. Kirim pesan instan kepada karyawan atau minta mereka mengikuti obrolan video untuk membicarakan sesuatu selama 5 menit. Anda tentu harus menggunakan teknologi untuk menjembatani koneksi itu.
Memulai dan mengakhiri pekerjaan pada waktu yang sama setiap hari akan membantu Anda memisahkan waktu profesional dengan waktu pribadi. Pada saat yang sama, pahamilah bahwa orang lain mungkin juga sedang bekerja dari rumah. Di sinilah headphone ekstra peredam bising dapat digunakan.
2. Tetapkan Batasan
Penelitian yang dilakukan Lenovo menemukan bahwa 61% karyawan merasa menjadi produktif atau bahkan lebih ketika bekerja dari rumah ketimbang bekerja di tempat lain. Alasan utama karyawan memilih untuk tidak melakukan WFH dalam kondisi normal atau bahkan merasa kurang produktif bekerja di rumah, adalah gangguan. Seperti suara TV atau ketidakmampuan untuk memisahkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga. Maka, tetap berlakukanlah jam istirahat, karena di lingkungan tempat kerja pun orang tidak bekerja terus 100%.
3. Sering Berkomunikasi
Ini mungkin menjadi "norma baru" dalam cara kerja Anda. Khusus bagi Anda yang menempati posisi manajer, tugas Anda adalah memastikan tim Anda merasa terhubung dan bahagia. Berhubung karyawan tidak yakin seberapa baik pekerjaan jika mayoritas dari mereka harus bekerja dari rumah, maka komunikasi yang jelas dan terbuka sangat penting selama periode transisi ini. Kirim pesan instan kepada karyawan atau minta mereka mengikuti obrolan video untuk membicarakan sesuatu selama 5 menit. Anda tentu harus menggunakan teknologi untuk menjembatani koneksi itu.
Lihat Juga :