Hamil Sehat dan Nyaman pada Masa Pandemi

Senin, 23 November 2020 - 12:14 WIB
Terkait proses persalinan, dr Eric Kasmara SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah–Puri Indah menyampaikan, sebelum menjalankan proses persalinan, pihak rumah sakit hendaknya sudah lebih dulu melakukan prosedur screening Covid-19 kepada ibu hamil. Kalau ternyata terbukti positif Covid-19, maka prosedur persalinan tidak bisa dilakukan secara normal melainkan operasi caesar (caesarean section). Ibu juga tidak dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). “Hal ini dimaksudkan untuk menghindari potensi penularan saat menyusui.

“Nantinya ASI akan diperah dan diberikan kepada bayi melalui botol,” kata dr Eric. Jika pun masih tetap ingin menyusui secara langsung, maka perlu pengamanan yang ketat. Di antaranya ibu harus memakai masker jenis N95 dan faceshield. "Kalau perlu dobel dengan masker medis juga," tambah dr Eric. Setelah persalinan, tidak seperti ibu melahirkan lainnya, ibu yang terinfeksi Covid-19 tidak menggunakan ruang rawat gabung, melainkan terpisah.

Dr dr Rima Irwinda SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fetomaternal mengatakan, ASI harus tetap diberikan di masa pandemi. Selain manfaat menyusui untuk anak, ibu juga mendapatkan manfaat yang tidak kalah penting. (Baca juga: Punya Cita rasa Tinggi, Kopi Indonesia Layak Dijual Mahal)

“Menyusui perlu dilakukan karena dapat membantu menurunkan berat badan pasca bersalin ibu secara cepat, mengurangi kejadian perdarahan pasca melahirkan, sebagai KB alami, dan mengurangi beberapa risiko penyakit bagi ibu seperti kanker payudara, osteoporosis, kanker ovarium, hipertensi, dan penyakit jantung,” tutur dr Rima.

ASI memiliki kandungan oligosakarida yang bersifat melindungi lapisan saluran cerna bayi. ASI memiliki kemampuan untuk melawan kuman, bakteri, dan virus, dengan adanya antibodi yang terkandung di dalamnya. Keajaiban kandungan ASI lainnya adalah komposisi ASI dinamis dan sesuai dengan kebutuhan bayi, sesuai kondisi bayi, serta berbeda-beda dalam setiap saatnya. Serta adanya sel induk (stem cell) yang dapat memasuki tubuh bayi hingga berkembang sesuai dengan kebutuhan bayi di dalam organ tubuhnya. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!