Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi
Selasa, 24 November 2020 - 07:41 WIB
Hamparan sawah di Desa Jatiluwih juga membuat wilayah ini dikenal sebagai salah satu penghasil beras merah. Masyarakatnya pun banyak berinovasi membuat teh dari beras merah dan menjadi minuman khas yang popularitasnya sudah mendunia.
“Jatiluwih sudah siap untuk kembali dengan tangan terbuka menerima para wisatawan dan tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang harus ditaati, baik oleh para wisatawan maupun para pengelola dan pemilik hotel, penginapan, cafe, resto, para petani dan warga sekitar,” kata Ayu tour guide.
"Kami terus mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker dan CHSE agar pengunjung bisa aman dan nyaman selama berwisata di Jatiluwih," sambung dia.
Edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan ini menjadi penting, mengingat sektor wisata memberi pemasukan yang besar bagi pemerintah. Apalagi, masyarakat juga merasakan langsung dampak pandemi ini.
Gurun Diana dan Gurun Ardha yang merupakan petani setempaty mengaku pendapatannya jatuh akibat pandemi. "Pandemi ini berdampak pada semua aspek kehidupan terutama wisata dan ekonomi, hasil panen petani padi, buah, sayuran melimpah, tapi engggak ada yang beli atau distribusi ke siapa akhirnya banyak yang dibuang dan otomatis gak ada pemasukan sama sekali untuk petani dan Pemda Tabanan bahkan sampai kehilangan income sekitar Rp3 miliar pendapatan terutama sektor wisata, menurunnya jumlah kunjungan dari tiket masuk wisata hotel, resto dan lainnya," jelas dia.
“Jatiluwih sudah siap untuk kembali dengan tangan terbuka menerima para wisatawan dan tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang harus ditaati, baik oleh para wisatawan maupun para pengelola dan pemilik hotel, penginapan, cafe, resto, para petani dan warga sekitar,” kata Ayu tour guide.
"Kami terus mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker dan CHSE agar pengunjung bisa aman dan nyaman selama berwisata di Jatiluwih," sambung dia.
Edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan ini menjadi penting, mengingat sektor wisata memberi pemasukan yang besar bagi pemerintah. Apalagi, masyarakat juga merasakan langsung dampak pandemi ini.
Gurun Diana dan Gurun Ardha yang merupakan petani setempaty mengaku pendapatannya jatuh akibat pandemi. "Pandemi ini berdampak pada semua aspek kehidupan terutama wisata dan ekonomi, hasil panen petani padi, buah, sayuran melimpah, tapi engggak ada yang beli atau distribusi ke siapa akhirnya banyak yang dibuang dan otomatis gak ada pemasukan sama sekali untuk petani dan Pemda Tabanan bahkan sampai kehilangan income sekitar Rp3 miliar pendapatan terutama sektor wisata, menurunnya jumlah kunjungan dari tiket masuk wisata hotel, resto dan lainnya," jelas dia.
Lihat Juga :