Perlukah Pasien COVID-19 yang Sudah Sembuh Divaksinasi? Ini Penjelasan Ahli
Selasa, 08 Desember 2020 - 17:11 WIB
"Pemerintah telah menyusun daftar urutan penerima vaksin COVID-19, yang rencananya akan diberikan secara bertahap. Kelompok pertama adalah tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penanganan COVID-19," tulis Twitter @KemenkesRI.
Namun, bagaimana untuk mantan pasien atau orang yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, apakah perlu divaksinasi?
Meskipun belum diketahui bagaimana sistem kekebalan orang yang sembuh COVID-19 merespon vaksin, terutama virus corona jangka panjang yang gejalanya bertahan berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelah diagnosis, ada kemungkinan kecil harus mendaptkan vaksin. (Baca juga: Cerita Polisi Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac dari Soetta hingga Biofarma)
“Rekomendasi umumnya adalah mendapatkan vaksin, bahkan jika Anda sebelumnya terinfeksi,” kata Dr. David Thomas, seorang profesor kedokteran dan Direktur Divisi Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, seperti dilansir dari NBC News, Selasa (8/12).
Infeksi ulang COVID-19 dianggap jarang, tetapi jika kadar antibodi alami berkurang seiring waktu, seseorang dapat terinfeksi lebih dari sekali. Para dokter dan ahli penyakit menular setuju bahwa kebanyakan orang harus divaksinasi, meskipun mereka memiliki kekebalan pelindung alami. Pada kebanyakan orang yang sembuh, vaksin bahkan dapat meningkatkan kekebalan dari infeksi awal.
Ini adalah tindakan pencegahan dengan beberapa preseden. Orang dewasa sehat di atas usia 50 tahun masih disarankan untuk mendapatkan vaksin herpes zoster meskipun mereka pernah menderita cacar air atau herpes zoster sebelumnya.
Namun, bagaimana untuk mantan pasien atau orang yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, apakah perlu divaksinasi?
Meskipun belum diketahui bagaimana sistem kekebalan orang yang sembuh COVID-19 merespon vaksin, terutama virus corona jangka panjang yang gejalanya bertahan berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelah diagnosis, ada kemungkinan kecil harus mendaptkan vaksin. (Baca juga: Cerita Polisi Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac dari Soetta hingga Biofarma)
“Rekomendasi umumnya adalah mendapatkan vaksin, bahkan jika Anda sebelumnya terinfeksi,” kata Dr. David Thomas, seorang profesor kedokteran dan Direktur Divisi Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, seperti dilansir dari NBC News, Selasa (8/12).
Infeksi ulang COVID-19 dianggap jarang, tetapi jika kadar antibodi alami berkurang seiring waktu, seseorang dapat terinfeksi lebih dari sekali. Para dokter dan ahli penyakit menular setuju bahwa kebanyakan orang harus divaksinasi, meskipun mereka memiliki kekebalan pelindung alami. Pada kebanyakan orang yang sembuh, vaksin bahkan dapat meningkatkan kekebalan dari infeksi awal.
Ini adalah tindakan pencegahan dengan beberapa preseden. Orang dewasa sehat di atas usia 50 tahun masih disarankan untuk mendapatkan vaksin herpes zoster meskipun mereka pernah menderita cacar air atau herpes zoster sebelumnya.
Lihat Juga :