Dibuat China, Efektifkah Vaksin Sinovac? Ini Penjelasannya!
Rabu, 09 Desember 2020 - 10:45 WIB
Hasil uji tersebut dijelaskan dalam jurnal medis The Lancet Infectious Diseases. Dalam jurnal tersebut dijelasan bahwa uji klinis tahap pertama dan kedua telah dilakukan di China dengan melibatkan lebih dari 700 peserta.
Salah satu peneliti, Zhu Fengcai mengatakan bahwa CoronaVac dapat memicu respons antibodi yang cepat. Antibodi terhadap COVID-19 akan muncul dalam waktu empat minggu setelah dua dosis vaksin yang diberikan dalam interval 14 hari. Zu Fengcai juga menambahkan bahwa belum ada kasus membahayakan yang muncul setelah vaksin ini disuntikkan. Kesimpula itu diperoleh berdasarkan hasil uji kepada 144 relawan di fase pertama dan 600 relawan di fase kedua.
Baca juga : Tahap Pertama, Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan di 7 Provinsi
Nah untuk tahap ketiga, uji klinis sudah dilakukan sejak Agustus lalu. Uji klinis saat ini masih dilaksanakan oleh PT Biofarma dan Sinovac Biotech yang menggandeng Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Lebih dari 1.600 relawan terlibat dalam uji klinis ini. Mereka telah disuntik dengan vaksin Sinovac. Saat ini BPOM tengah menunggu hasil uji tersebut.
Bila tahap ketiga ini hasilnya baik, maka vaksin ini bisa segera digunakan. Sesuai anjuran WHO, vaksin ini aman digunakan bila minimal ada data hasil uji klinis fase 1 dan fase 2, ditambah analisis sebagian (interim) fase 3, yang saat ini masih berlangsung di lima negara untuk mengeluarkan ijin penggunaan darurat (EUA).
Salah satu peneliti, Zhu Fengcai mengatakan bahwa CoronaVac dapat memicu respons antibodi yang cepat. Antibodi terhadap COVID-19 akan muncul dalam waktu empat minggu setelah dua dosis vaksin yang diberikan dalam interval 14 hari. Zu Fengcai juga menambahkan bahwa belum ada kasus membahayakan yang muncul setelah vaksin ini disuntikkan. Kesimpula itu diperoleh berdasarkan hasil uji kepada 144 relawan di fase pertama dan 600 relawan di fase kedua.
Baca juga : Tahap Pertama, Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan di 7 Provinsi
Nah untuk tahap ketiga, uji klinis sudah dilakukan sejak Agustus lalu. Uji klinis saat ini masih dilaksanakan oleh PT Biofarma dan Sinovac Biotech yang menggandeng Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Lebih dari 1.600 relawan terlibat dalam uji klinis ini. Mereka telah disuntik dengan vaksin Sinovac. Saat ini BPOM tengah menunggu hasil uji tersebut.
Bila tahap ketiga ini hasilnya baik, maka vaksin ini bisa segera digunakan. Sesuai anjuran WHO, vaksin ini aman digunakan bila minimal ada data hasil uji klinis fase 1 dan fase 2, ditambah analisis sebagian (interim) fase 3, yang saat ini masih berlangsung di lima negara untuk mengeluarkan ijin penggunaan darurat (EUA).
Lihat Juga :