Coba Yuk! Diet Medeterania untuk Perbaiki Kesehatan Pencernaan

Jum'at, 11 Desember 2020 - 03:30 WIB
Perubahan perilaku emosional terlihat pada hewan dengan perubahan mikrobioma usus. Ini sejalan dengan depresi berat pada orang dengan perubahan mikrobioma usus. Selain itu, transfer mikrobiota usus ke hewan dari pasien dengan depresi tampaknya menyebabkan keadaan seperti depresi pada hewan tersebut.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan Mediterania yang tinggi serat, polifenol, dan asam lemak tak jenuh dapat meningkatkan aktivitas mikroba usus yang menghasilkan zat antiinflamasi.

Lebih lanjut, penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi probiotik oleh orang sehat, yang menargetkan mikrobioma usus, dapat mengubah respons otak menjadi lebih perhatian dan dapat meredakan gejala depresi. Diungkapkan juga bahwa mikrobioma usus dapat mengatur emosi di otak manusia. Sebuah pernyataan yang mengejutkan, meskipun sejauh ini tidak ada sebab dan akibat yang terbukti.

(Baca Juga: Studi: Sakit Mata Bisa Menjadi Salah Satu Gejala COVID-19 )

Bukan hanya pencernaan yang sehat, bagi penderita diabetes, diet Mediterania juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan berat badan. Pada 2019, jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology menerbitkan ulang analisis data terbaru dari percobaan lima tahun yang melibatkan 5.859 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 atau berisiko terkena kardiovaskular. Penderita penyakit yang melakukan diet Mediterania yang dilengkapi minyak zaitun dan kacang-kacangan mengalami perubahan lingkar pinggang yang lebih menyusut.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!