Sarapan Lezat Dan Bergizi Dengan Keju Rasa Cokelat
Jum'at, 18 Desember 2020 - 22:15 WIB
foto / dok emina cheese
JAKARTA - Sarapan masih belum menjadi budaya di keluarga Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Pedoman Gizi Seimbang (2014), ditemukan bahwa 40% anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Padahal sarapan dapat memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian untuk mewujudkan hidup sehat dan aktif, serta meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina untuk anak-anak.
“Sarapan bisa menjadi bahasa penuh cinta dari orang tua, terutama dari ibu sebagai figur sentral yang biasanya sangat memperhatikan pemenuhan nutrisi keluarganya. Mengawali pagi dengan perhatian penuh dari ibu tentu membuat si kecil lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas, dan yang lebih penting dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, terutama di masa pandemi yang masih belum usai sepenuhnya.” Jelas dr Juwalita Surapsari, M. Gizi SpGK Dokter Spesialis dari RSPI Pondok Indah dan RS PELNI.
Baca juga : Tangkal Covid, Kementan Tingkatkan SDM Pertanian Berbasis Daring
“Sarapan bisa menjadi bahasa penuh cinta dari orang tua, terutama dari ibu sebagai figur sentral yang biasanya sangat memperhatikan pemenuhan nutrisi keluarganya. Mengawali pagi dengan perhatian penuh dari ibu tentu membuat si kecil lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas, dan yang lebih penting dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, terutama di masa pandemi yang masih belum usai sepenuhnya.” Jelas dr Juwalita Surapsari, M. Gizi SpGK Dokter Spesialis dari RSPI Pondok Indah dan RS PELNI.
Baca juga : Tangkal Covid, Kementan Tingkatkan SDM Pertanian Berbasis Daring
Lihat Juga :